"Menstruasi itu siklus bulanan yang fisiologis. Jadi tidak ada itu istilahnya disebut sebagai darah kotor," ujar Dr dr Inge Permadhi, MS, SpGK, dokter spesialis gizi klinik dari FKUI/RSCM, dalam konferensi pers 'Tetap Sehat dan Fresh Saat Menstruasi' yang diselenggarakan di Hotel Akmani, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta, Jumat (23/5/2014).
Proses menstruasi dilanjutkan oleh dr Inge ditandai dengan keluarnya darah dari rahim akibat luruhnya lapisan dinding rahim bagian dalam (endometrium). Nah, lapisan ini banyak mengandung pembuluh darah.
"Dinding rahim bagian dalam ini dipersiapkan untuk pembuahan. Ketika pembuahan tidak terjadi, maka ia akan meluruh dan terjadi menstruasi," lanjutnya.
Umumnya menstruasi terjadi pada usia pubertas, rata-rata pada perempuan berusia 12-13 tahun dan berakhir pada usia menopause, yaitu sekitar akhir usia 40-an hingga awal 50-an.
"Tapi bisa juga ada yang sudah mengalami menstruasi sebelum usia 12 tahun, misalnya di usia 11 tahun. Begitu juga sebaliknya, ada yang baru menstruasi di usia 17 tahun," pungkas dr Inge.
Perempuan yang sedang menstruasi biasanya kerap mengalami beberapa gejala, baik gejala fisik maupun emosi. Di antaranya berupa kram atau nyeri perut (dysmenorrhea), pusing, berkunang-kunang, lemah, pucat, sensitif dan suasa hati mudah berubah.
(ajg/up)











































