"Ini karena banyak makanan yang mengandung gula tinggi juga tinggi energi (kilojoule), sehingga berat badan jadi melonjak. Inilah yang menyebabkan diabetes, bukan semata karena kebanyakan makan gula," terang Prof Ian Caterson dari University of Sydney.
Menurut Prof Caterson, makanan dengan kadar gula tinggi tetap perlu dibatasi karena sebagian besar dari mereka juga mengandung kombinasi antara gula dan lemak. Hasilnya adalah makanan 'padat energi' seperti biskuit, cake dan soft drink.
"Tak hanya tinggi gula dan energi, soft drink juga terindikasi 'merusak' sensasi kenyang yang dimiliki seseorang, sehingga orang yang gemar minum soft drink tak mudah kenyang. Tapi kami tak tahu apa sebabnya," imbuhnya.
Apalagi sebuah studi dari Harvard University yang melibatkan 90.000 wanita selama 8 tahun di AS menemukan mereka yang mengonsumsi satu soft drink dengan pemanis buatan atau lebih dalam sehari berisiko dua kali lebih besar untuk mengidap diabetes tipe 2 sepanjang studi ketimbang yang jarang meminumnya.
Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar terhindar dari diabetes tipe 2. Berikut paparannya seperti dikutip dari ABC Australia, Senin (2/6/2014):
1. Fokus agar berat badan tak bertambah dengan mengonsumsi pola makan yang sehat dan seimbang, tapi tidak serta-merta hanya menghindari gula
2. Tidak merokok
3. Aktif bergerak selama 30-60 menit perhari. Ini tak hanya bermanfaat untuk menjaga berat badan melainkan juga membantu kinerja insulin.
4. Pola makan spesifik yang harus diikuti untuk mencegah diabetes, yaitu:
- Makan dengan porsi lebih kecil
- Menambah asupan serat
- Mengurangi penggunaan garam dalam setiap makanan
- Menghindari lemak jenuh
- Mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat yang harus dicerna secara perlahan seperti roti gandum utuh, oat, lentil dan kacang-kacangan. Makanan seperti ini memiliki indeks glikemi rendah sehingga dapat menurunkan risiko diabetes











































