"Kapan kita mencurigai seseorang kena demam berdarah? Jika mengalami gejala demam akut, yang artinya mendadak, bukan berat. Misalnya ada pasien datang ke saya, dia bilang anaknya kemarin sore masih bisa main bola tapi tiba-tiba setelah Subuh demam mendadak tinggi. Kalau ada yang seperti itu, ditambah dua atau lebih gejala lain, dicurigai demam berdarah," ungkap Dr dr Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI, dokter spesialis penyakit dalam RSCM.
Hal tersebut ia ungkapkan dalam acara 'SOHO #BetterU: Hari Demam Berdarah ASEAN', yang diselenggarakan di Artotel Hotel Thamrin, Jl Sunda, Jakarta, Selasa (10/6/2014).
Gejala lain yang dimaksud dr Leonard di antaranya sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot, nyeri tulang, ruam (bercak merah) di kulit, tanda perdarahan, leukosit atau sel darah putih renda. Jangan lupa, kemungkinan ini juga semakin diperkuat jika ada anggota keluarga atau tetangga yang positif demam berdarah.
"Semakin banyak tanda-tanda ini menyertai, semakin besar kemungkinan dia terserang virus demam berdarah. Termasuk kalau ada tetangga yang kena demam berdarah. tapi yang pasti kata kuncinya adalah demam mendadak tinggi," pungkas dr Leonard.
Masa inkubasi demam berdarah dengue (DBD) dimulai dari gigitan hingga timbulnya gejala berlangsung selama sekitar dua pekan. Setelah digigit, virus tersebut memasuki masa inkubasi dan berada di darah penderita selama 5-9 hari.
Jika daya tahan tubuh orang tersebut tidak mampu menetralkan virus dengue, maka orang tersebut akan mengalami berbagai gejala DBD yang telah disebutkan di atas. Yang pasti, jika sudah terjadi demam mendadak tinggi, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
(ajg/up)











































