"Keputihan abnormal kalau jumlahnya berlebih, terkadang berbusa dan berbau, serta memberi rasa gatal. Penyebab keputihan pun pada dasarnya bermacam-macam bisa karena bakteri atau jamur," tutur dr Laksmi Duarsa, SpKK kepada detikHealth, Selasa (24/6/2014).
Nah, untuk mengetahui penyebab keputihan yang abnormal menurut dr Laksmi harus dilihat dari anamnesa, pemeriksaan fisik dan cek laboratorium. Keputihan karena jamur umumnya terjadi pada seseorang yang memiliki kelembaban cukup tinggi di daerah vagina.
Kelembaban tinggi ini menyebabkan jamur seperti candida albicans, candida tropicalis, atau candida krusei mudah tumbuh. Selain itu, ada faktor lain yang menimbulkan keputihan akibat jamur antara lain penyakit kencing manis, obat-obatan seperti kortikosteroid, anti biotika, pil ķb dan obat-obat antiseptik.
"Ada juga faktor lain yakni pemakian celana dalam yang ketat, kehamilan hingga terjadi perubahan pH vagina, periode sebelum menstruasi dan penurunan imunitas," tambah dokter yang praktik di D&I Skin Center di Denpasar ini.
dr Laksmi menjelaskan perubahan kondisi vagina bisa mempermudah pertumbuhan candida. Sementara pada wanita hamil, pengaruh hormonal akan menyebabkan perlekatan candida albicans pada sel epitel vagina yang menjadi mediayang baik bagi pertumbuhan càndida.
"Nah, jika ingin mengurangi pertumbuhan jamur maka kita harus mengurangi penggunaan obat-obatan seperti antibiotika dan obat steroid. Serta jangan menggunakan celana dalam yang ketat untuk mengurangi kelembaban di daerah vagina kemudian menjaga kebersihan di sekitar vagina," papar dr Laksmi.
(rdn/up)











































