Banyak Penduduk Obesitas, Brasil Sediakan Kursi Stadion Ukuran Ekstra Lebar

Banyak Penduduk Obesitas, Brasil Sediakan Kursi Stadion Ukuran Ekstra Lebar

- detikHealth
Kamis, 10 Jul 2014 12:32 WIB
Banyak Penduduk Obesitas, Brasil Sediakan Kursi Stadion Ukuran Ekstra Lebar
illustrasi (thinkstock)
Rio de Janeiro, Brasil -

Brasil selalu identik dengan orang-orang berbadan atletis di pinggir pantai. Akan tetapi, hal ini mulai tidak relevan lagi. Saat ini, Brasil justru sedang menghadapi masalah obesitas.Terbukti dari banyaknya kursi dengan ukuran 'ekstra' di stadion.

Bahkan sebelum Piala Dunia berlangsung, masalah kursi di stadion telah menjadi perhatian. Terdapat 4.750 kursi ekstra lebar yang disediakan di stadion Piala Dunia tahun ini untuk mengakomodasi orang-orang dengan masalah obesitas. Kursi-kursi tersebut terletak di ujung baris setiap stadion. Hukum di Brasil sendiri menganggap obesitas digolongkan sebagai cacat dan harus diakomodasi.

Dikutip dari CNN, Kamis (10/7/2014), pada tahun 2012, sekitar satu dari tujuh orang Brasil diklasifikasikan obesitas. Padahal, Brasil jauh di belakang negara-negara seperti Amerika yang wajar mengalami obesitas. Bahkan, negara ini justru rentan terhadap kekurangan gizi dan dampak kesehatan terkait, seperti pertumbuhan terganggu. Pada tahun 1975, penyandang obesitas di Brasil kurang dari 20%. Sebaliknya, tahun 2014 kasus obesitas naik hingga dua kali lipat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Transisi kelebihan berat badan berkembang dengan cepat di seluruh Amerika Latin selama 20 tahun terakhir. Negara-negara yang tadinya hanya memiliki tingkat obesitas di bawah 10% dari populasi kini naik hingga 50%.

Di Brazil, penduduk berpenghasilan rendah cenderung mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan gula. " jelas Ricardo Uauy, Profesor Gizi dan Kesehatan Masyarakat dari London School of Hygiene and Tropical Medicine.

Orang kurus selalu dikaitkan dengan kemiskinan. Uauy mengatakan hal itu mengubah pandangan diet masyarakat baik di desa maupun kota. Masyarakat kini mengurangi asupan buah serta sayuran dan mengganti lebih banyak daging, gula dan makanan olahan. Akibatnya, makanan sehat menjadi lebih mahal.

(up/up)

Berita Terkait