Para peneliti dari King's College London mempelajari 11 ribu anak kembar yang dibagi menjadi dua kelompok, kembar identik dan non-identik untuk membantu membedakan antara efek dari alam dan pembinaan pada usia 16 tahun.
Jika skor kembar identik pada tes lebih mirip daripada kembar non-identik dapat diasumsikan bahwa genetika memainkan peran yang lebih besar daripada pengaruh lingkungan, sekolah, dan keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profesor Robert Plomin dari King's College London yang ikut meneliti mengatakan meski gen memiliki pengaruh, peran orang tua, sekolah, dan guru tetap penting pada perkembangan anak.
"Studi ini tidak menunjukkan gen secara spesifik terkait dengan kecerdasaan huruf atau berhitung. Studi hanya menunjukkan bahwa genetik memiliki pengaruh dalam tingkat yang kompleks, seperti tingkat kemampuan belajar, gangguan sifat umum, dan hal lain yang disebabkan oleh banyak gen," ujar Plomin seperti dikutip dari BBC, Jumat (11/7/2014).
Plomin mengatakan pengaruh genetik yang kuat bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan oleh orang tua jika menemukan anaknya kesulitan dalam belajar. Faktor keturunan tidak berarti semua sudah ditetapkan di atas batu.
"Ini hanya berarti mungkin diperlukan lebih banyak usaha dari orang tua, sekolah, dan guru untuk membimbing anak dalam belajar," tutup Plomin.
(up/up)











































