Hobi Olahraga Lari? Bisa Tetap Dilakukan di Bulan Puasa Kok, Ini Caranya

Anti Lemas Saat Puasa

Hobi Olahraga Lari? Bisa Tetap Dilakukan di Bulan Puasa Kok, Ini Caranya

- detikHealth
Jumat, 11 Jul 2014 09:30 WIB
Hobi Olahraga Lari? Bisa Tetap Dilakukan di Bulan Puasa Kok, Ini Caranya
illustrasi (thinkstock)
Jakarta - Berlari merupakan olahraga paling murah dan menyehatkan. Belakangan, baik tua maupun muda sangat menggemari olahraga ini. Bahkan tak jarang ditemukan acara dan lomba lari jarak 2,5 km hingga 10 Km. Tujuannya tentu agar tetap sehat, aktif dan segar.

Beberapa orang yang sudah 'ketagihan' berlari biasanya merasa ada yang kurang jika belum berlari dalam sehari. Namun, di bulan Ramadan seperti sekarang, tentunya hobi yang satu ini cukup riskan untuk dijalani meskipun sejatinya Anda tetap ingin bugar selama berpuasa.

Nah, berikut ini beberapa trik untuk menyiasati agar puasa bukan menjadi halangan untuk tetap berlari, seperti dirangkum detikHealth, Jumat (11/7/2014).

1. Berlarilah pada malam hari

illustrasi (thinkstock)
Berlarilah saat malam hari, kenakan jaket yang hangat dan membungkus tubuh. Kurangi pula waktu Anda berlari. Misalnya, Anda terbiasa berlari selama 2 jam setiap harinya, berlarilah selama 1,5 jam. Atau mungkin Anda berlari 5 kali seminggu, selama puasa lakukan 2-3 kali seminggu.

Usahakan untuk berlari antara jam 9 hingga 12 malam, karena saat itu otot dan suhu tubuh sudah menyesuaikan diri. Di samping itu, rupanya berlari pada malam hari juga membantu tidur lebih lelap saat malam hari.

2. Penuhi kebutuhan makan

illustrasi (thinkstock)
Berlari menguras banyak energi. Tentunya hal ini harus diimbangi dengan asupan energi yang cukup pula. Lupakan soal diet dengan mengurangi porsi makan. Jika Anda sungguh suka berlari, tentunya jumlah kalori dalam tubuh Anda akan terbakar selama berlari. Selain itu, Anda juga sudah berpuasa selama sehari penuh, anggaplah itu sebagai 'diet'.

Oleh karena itu, penuhilah kebutuhan tubuh Anda saat sahur dan berbuka. Mulai sahur Anda dengan protein dan sayuran berserat. Kemudian makan makanan padat karbohidrat dan terakhir kenyangkan dengan sedikit makanan berlemak. Untuk berbuka, awali dengan air putih dan kurma. Kemudian, makanlah makanan yang kaya akan serat.

3. Jangan sengaja membiarkan tubuh defisit kalori

illustrasi (thinkstock)
Jika kalori terlalu rendah, fisik Anda akan drop dan justru sakit. Tentunya tujuan Anda tetap berlari selama bulan puasa agar tetap bugar. Tubuh Anda haruslah tetap fit dan terpelihara walaupun tengah berpuasa. Lari saat sedang rutin melakukan ibadah puasa harus didukung jumlah kalori yang masuk akal.

4. Tetap terhidrasi di malam hari

illustrasi (thinkstock)
Minumlah setidaknya 2 liter atau 8 gelas air saat berbuka hingga sahur. Usahakan untuk membagi-bagi dalam beberapa waktu sepanjang malam. Misalnya 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam dan 2 gelas lainnya saat sahur. Selain untuk memenuhi kebutuhan air dalam sehari, memenuhi konsumsi air juga berguna mencegah haus selama menjalani puasa.

5. Atur waktu tidur

illustrasi (thinkstock)
Atur waktu tidur Anda, namun harus tetap memenuhi kebutuhan 8 jam tidur manusia umumnya. Setelah berlari pada malam hari, upayakan untuk tidur kira-kira 4 jam sampai sahur. Kemudian beraktivitas lagi seperti biasa. Penuhi kebutuhan tidur 4 jam berikutnya di siang hari.
Halaman 2 dari 6
Berlarilah saat malam hari, kenakan jaket yang hangat dan membungkus tubuh. Kurangi pula waktu Anda berlari. Misalnya, Anda terbiasa berlari selama 2 jam setiap harinya, berlarilah selama 1,5 jam. Atau mungkin Anda berlari 5 kali seminggu, selama puasa lakukan 2-3 kali seminggu.

Usahakan untuk berlari antara jam 9 hingga 12 malam, karena saat itu otot dan suhu tubuh sudah menyesuaikan diri. Di samping itu, rupanya berlari pada malam hari juga membantu tidur lebih lelap saat malam hari.

Berlari menguras banyak energi. Tentunya hal ini harus diimbangi dengan asupan energi yang cukup pula. Lupakan soal diet dengan mengurangi porsi makan. Jika Anda sungguh suka berlari, tentunya jumlah kalori dalam tubuh Anda akan terbakar selama berlari. Selain itu, Anda juga sudah berpuasa selama sehari penuh, anggaplah itu sebagai 'diet'.

Oleh karena itu, penuhilah kebutuhan tubuh Anda saat sahur dan berbuka. Mulai sahur Anda dengan protein dan sayuran berserat. Kemudian makan makanan padat karbohidrat dan terakhir kenyangkan dengan sedikit makanan berlemak. Untuk berbuka, awali dengan air putih dan kurma. Kemudian, makanlah makanan yang kaya akan serat.

Jika kalori terlalu rendah, fisik Anda akan drop dan justru sakit. Tentunya tujuan Anda tetap berlari selama bulan puasa agar tetap bugar. Tubuh Anda haruslah tetap fit dan terpelihara walaupun tengah berpuasa. Lari saat sedang rutin melakukan ibadah puasa harus didukung jumlah kalori yang masuk akal.

Minumlah setidaknya 2 liter atau 8 gelas air saat berbuka hingga sahur. Usahakan untuk membagi-bagi dalam beberapa waktu sepanjang malam. Misalnya 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam dan 2 gelas lainnya saat sahur. Selain untuk memenuhi kebutuhan air dalam sehari, memenuhi konsumsi air juga berguna mencegah haus selama menjalani puasa.

Atur waktu tidur Anda, namun harus tetap memenuhi kebutuhan 8 jam tidur manusia umumnya. Setelah berlari pada malam hari, upayakan untuk tidur kira-kira 4 jam sampai sahur. Kemudian beraktivitas lagi seperti biasa. Penuhi kebutuhan tidur 4 jam berikutnya di siang hari.

(up/up)

Berita Terkait