Terapi Hormon untuk Lionel Messi, Termasuk Doping atau Bukan?

Messi dan Gangguan Hormon

Terapi Hormon untuk Lionel Messi, Termasuk Doping atau Bukan?

- detikHealth
Senin, 14 Jul 2014 14:03 WIB
Terapi Hormon untuk Lionel Messi, Termasuk Doping atau Bukan?
Foto: FIFA/Getty Images
Jakarta -

Pada usia 11 tahun, tinggi badan Lionel Messi hanya 127 cm, lebih pendek daripada rata-rata anak seusianya. Untuk itu, orang tuanya pun mengijinkan Messi untuk pindah ke Spanyol dan mendapat terapi hormon pertumbuhan, atau yang dikenal dengan Human Growth Hormone.

Akan tetapi penggunaan Human Growth Hormone (HGH) termasuk masih kontroversial di dunia olahraga profesional. dr Michael Triangto, SpKO, pakar kedokteran olahraga dari RS Mitra Kemayoran, mengatakan bahwa penggunaan hormon pertumbuhan pada atlet termasuk doping.

"Ya dilihat dulu kapan pemakaiannya. Penggunaan hormon pertumbuhan atau HGH pada atlet bertanding itu termasuk doping. Kalau sebelum jadi atlet ya tidak," tutur dr Michael ketika dihubungi detikHealth, Senin (14/7/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk kasus Messi, dr Michael mengatakan bahwa menurutnya hal tersebut bukanlah termasuk doping. Melainkan upaya penyembuhan karena memang Messi memiliki gangguan hormon pertumbuhan atau yang disebut sebagai Growth Hormone Deficiency (GHD).

Meski begitu, tidak semua orang pendek berarti mengidap gangguan hormon. Dikatakan dr Michael bahwa perlu pemeriksaan yang jelas sebelum seorang dokter boleh memberikan hormon tersebut kepada pasien.

Ia menyarankan untuk melihat dulu bagaimana kadar hormon yang ada di tubuh pasien, serta faktor lain seperti genetik dan pemenuhan gizi. Jika memang latar belakang keluarganya pendek dan hanya ingin menambah tinggi badan dengan hormon pertumbuhan, dr Michael secara tegas melarang hal tersebut.

"Saya pribadi termasuk dokter yang tak setuju penggunaan hormon pertumbuhan untuk menambah tinggi badan ya. Karena efek sampingnya bagi tubuh termasuk berbahaya," ungkap dokter tim Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tersebut.

(up/up)

Berita Terkait