Nyeri Sendi Dapat Prediksi Cuaca? Ini Kata Peneliti Australia

Nyeri Sendi Dapat Prediksi Cuaca? Ini Kata Peneliti Australia

- detikHealth
Kamis, 17 Jul 2014 15:00 WIB
Nyeri Sendi Dapat Prediksi Cuaca? Ini Kata Peneliti Australia
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Sydney - Nyeri pada tubuh yang berkaitan dengan pergantian cuaca memang menimbulkan perdebatan di kalangan medis. Bahkan ada sejumlah pakar yang percaya, nyeri sendi dapat memprediksi cuaca. Namun peneliti dari Australia berkata lain.

"Ada banyak faktor yang dipercaya dapat memicu nyeri punggung bawah. Kebanyakan dari mereka, terutama yang mengidap rheumatoid arthritis mengaku gejalanya dipengaruhi cuaca," ungkap peneliti Dr Daniel Steffens seperti dikutip dari Reuters, Kamis (17/7/2014).

Namun terlepas dari banyaknya pasien yang melaporkan tentang hal ini, Dr Steffens dan timnya dari George Institute for Global Health, University of Sydney mengaku hanya menemukan sedikit studi yang benar-benar mengungkap keterkaitan antara nyeri punggung dengan cuaca.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesimpulan ini diperoleh setelah Dr Steffens mengamati 993 orang dewasa asal Sydney yang kerap mengeluh nyeri punggung. Kemudian dengan memanfaatkan data dari Biro Metereologi Australia, peneliti mencoba membandingkan kondisi cuaca di hari-hari di mana pasien mulai merasakan gejala nyeri punggung selama seminggu dengan sebulan setelahnya.

Ternyata dari sejumlah faktor yang berkaitan dengan cuaca seperti temperatur, tingkat kelembaban, tekanan udara dan arah angin, tak ada satupun yang berkaitan langsung dengan munculnya gejala nyeri punggung bawah.

Satu-satunya hal yang relevan hanyalah kecepatan angin. Kecepatan angin yang cukup tinggi dilaporkan dapat meningkatkan peluang partisipan mengalami nyeri punggung bawah sebesar 14-17 persen.

"Tapi efek ini tidaklah begitu penting. Justru faktor fisik seperti cara Anda mengangkat barang dan faktor psikologis macam stres dan kelelahan jauh lebih relevan," tegas Dr Steffen.

Hanya saja Dr Steffen mengingatkan bila temuan timnya tak dapat dipukul rata untuk segala jenis nyeri sendi yang ada. Hal ini karena memang ada gangguan muskuloskeletal yang dapat terpengaruh oleh cuaca seperti arthritis, meski belum ada studi yang dapat memastikan seberapa besar.

"Lagipula kami melakukan riset di Sydney. Mungkin hasilnya beda lagi di negara-negara dengan kondisi cuaca yang lebih ekstrim," tutupnya.



(lil/ajg)

Berita Terkait