"Ada banyak faktor yang dipercaya dapat memicu nyeri punggung bawah. Kebanyakan dari mereka, terutama yang mengidap rheumatoid arthritis mengaku gejalanya dipengaruhi cuaca," ungkap peneliti Dr Daniel Steffens seperti dikutip dari Reuters, Kamis (17/7/2014).
Namun terlepas dari banyaknya pasien yang melaporkan tentang hal ini, Dr Steffens dan timnya dari George Institute for Global Health, University of Sydney mengaku hanya menemukan sedikit studi yang benar-benar mengungkap keterkaitan antara nyeri punggung dengan cuaca.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata dari sejumlah faktor yang berkaitan dengan cuaca seperti temperatur, tingkat kelembaban, tekanan udara dan arah angin, tak ada satupun yang berkaitan langsung dengan munculnya gejala nyeri punggung bawah.
Satu-satunya hal yang relevan hanyalah kecepatan angin. Kecepatan angin yang cukup tinggi dilaporkan dapat meningkatkan peluang partisipan mengalami nyeri punggung bawah sebesar 14-17 persen.
"Tapi efek ini tidaklah begitu penting. Justru faktor fisik seperti cara Anda mengangkat barang dan faktor psikologis macam stres dan kelelahan jauh lebih relevan," tegas Dr Steffen.
Hanya saja Dr Steffen mengingatkan bila temuan timnya tak dapat dipukul rata untuk segala jenis nyeri sendi yang ada. Hal ini karena memang ada gangguan muskuloskeletal yang dapat terpengaruh oleh cuaca seperti arthritis, meski belum ada studi yang dapat memastikan seberapa besar.
"Lagipula kami melakukan riset di Sydney. Mungkin hasilnya beda lagi di negara-negara dengan kondisi cuaca yang lebih ekstrim," tutupnya.











































