Lawan Obesitas, Meksiko Mulai Batasi Iklan Junk Food di TV dan Bioskop

Lawan Obesitas, Meksiko Mulai Batasi Iklan Junk Food di TV dan Bioskop

- detikHealth
Jumat, 18 Jul 2014 19:15 WIB
Lawan Obesitas, Meksiko Mulai Batasi Iklan Junk Food di TV dan Bioskop
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Mexico City - Sebagai negara yang terserang 'wabah' obesitas pada anak dan orang dewasa yang cukup tinggi, Meksiko merasa harus segera mengambil tindakan. Perlahan negara di Amerika Tengah itu mulai membatasi penayangan iklan makanan berkalori tinggi dan minuman ringan.

Dari data resmi milik pemerintah tercatat, 70 persen orang dewasa dan 30 persen anak-anak di Meksiko dinyatakan obes dan kelebihan berat badan.

Masyarakat Meksiko juga dikenal sebagai konsumen minuman ringan terbesar di dunia dengan konsumsi mencapai 163 liter per tahunnya, belum termasuk menu makan yang didominasi gorengan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dikutip dari BBC, Jumat (18/7/2/2014), untuk itu pemerintah mengeluarkan larangan untuk menayangkan iklan junk food dan minuman ringan, baik lewat saluran TV lokal maupun TV kabel, terutama pada jam 14.30-19.30 di hari kerja dan 07.30-19.30 di akhir pekan.

Larangan pun berlaku bagi iklan produk serupa yang ditayangkan di bioskop. Tak hanya itu, Meksiko juga tengah berupaya menaikkan pajak untuk peredaran soda dan junk food di negaranya.

Dengan adanya upaya ini, diperkirakan 40 persen iklan TV yang berkaitan dengan produk-produk minuman ringan, makanan berpemanis buatan maupun coklat akan hilang dari televisi Meksiko.

Meksiko merupakan negara kesekian yang berinisiatif melakukan upaya semacam ini untuk memerangi obesitas. Sebelumnya Inggris, Norwegia, dan provinsi Quebec di Kanada telah memberlakukan kebijakan pelarangan iklan junk food di TV.

Rencananya di tahun 2015, setiap produsen minuman ringan di Meksiko juga 'dipaksa' untuk mencantumkan kandungan gula, lemak dan lemak jenuh yang ada dalam label tiap produk makanan dan minuman yang mereka produksi.

Di sisi lain, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatrics di tahun 2012 anak yang memiliki masalah berat badan lebih gampang tertarik dan terpengaruh oleh iklan makanan seperti makanan berlemak, makanan berpemanis buatan, atau asin yang ditayangkan di TV maupun internet ketimbang anak dengan berat badan yang sehat.



(lil/up)

Berita Terkait