Bukan di Panggung, Paduan Suara Ini Tampil di Sisi Kasur Pasien Sekarat

Bukan di Panggung, Paduan Suara Ini Tampil di Sisi Kasur Pasien Sekarat

- detikHealth
Sabtu, 09 Agu 2014 15:04 WIB
Bukan di Panggung, Paduan Suara Ini Tampil di Sisi Kasur Pasien Sekarat
Choir Brisbane (ABC Australia)
Brisbane -

Pasti pedih rasanya bila divonis dokter takkan berumur panjang karena penyakit yang diderita selama bertahun-tahun. Kadang stres ikut melanda, belum lagi rasa takut sekaligus khawatir bilamana sewaktu-waktu harus meninggalkan orang-orang tercinta.

Hal ini menginspirasi kelompok paduan suara asal Brisbane untuk memberikan servis unik pada pasien kronis tersebut. Mereka bisa diminta tampil secara khusus di samping tempat tidur pasien sakit kronis, pasien penyakit paliatif atau tak dapat disembuhkan maupun bayi-bayi yang lahir dalam keadaan komplikasi. Tujuannya tak lain memberikan ketenangan pada jiwa-jiwa mereka yang merana.

Paduan suara ini diberi nama The Brisbane Threshold Choir. Pelopornya adalah Anne Bermingham dan Jane Carpenter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bermingham mengaku tergerak untuk membentuk tim paduan suara ini setelah mendengar kisah salah seorang temannya yang bernyanyi untuk sang ayah sebelum meninggal dunia.

"Lagu-lagu yang kami bawakan akan memberikan ketenangan bagi orang-orang yang tengah di ambang kehidupan. Kami percaya suara kami bisa menyentuh hati mereka yang tengah berada dalam penderitaan yang begitu dalam," tutur Bermingham seperti dikutip dari ABC Australia, Sabtu (9/8/2014).

Bermingham mengungkapkan anggota mereka sekarang ada 10 orang. Rata-rata mereka diminta bernyanyi untuk pasien yang sekarat satu kali dalam sebulan. Dan tiap dua minggu sekali, mereka berkumpul di West End, Brisbane untuk berlatih.

"Kami tak perlu persiapan yang terlalu matang karena kami tidak tampil di depan banyak orang. Kami hanya berupaya membantu orang-orang tertentu yang membutuhkan," sambungnya.

Untuk sekali 'tampil' di rumah sakit atau klinik perawatan paliatif, biasanya ke-10 anggota tidak serta-merta dikirim oleh Bermingham. Hanya 3-4 orang saja yang mendampingi pasien-pasien sekarat ini.

Kendati begitu, Bermingham selalu menerima anggota baru dengan tangan terbuka. Namun kepada rekan-rekannya ia sering menekankan bahwa tugas mereka tak hanya bernyanyi, tapi juga memberikan dukungan dan doa agar si pasien mendapat ketenangan walaupun ajalnya menjelang.

(lil/ajg)

Berita Terkait