Kematian Ibu dan Anak Naik, Dokter Sarankan Bumil Banyak Baca Buku KIA

Kematian Ibu dan Anak Naik, Dokter Sarankan Bumil Banyak Baca Buku KIA

- detikHealth
Kamis, 14 Agu 2014 17:18 WIB
Kematian Ibu dan Anak Naik, Dokter Sarankan Bumil Banyak Baca Buku KIA
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Tidak jarang pemerintah memberikan Informasi seputar kehamilan dan nifas pada ibu hamil. Akan tetapi angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi, mengapa demikian?

Menurut dr Luqman Yanuar Rah dari Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Dinas Kesehaan Provinsi Jawa Barat, hal tersebut disebabkan oleh minat membaca masyarakat yang rendah.

Banyak informasi penyuluhan ibu hamil diberikan dalam bentuk modul bacaan KIA. Namun sayang ibu hamil tidak terlalu memerhatikan hal tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Informasi di situ sebenarnya lengkap. Mulai dari saat hamil, melahirkan, sampai anak lima tahun itu ada pedomannya. Memang minat baca masih kurang," kata dr Luqman saat ditemui pada acara sosialisasi program SMSBunda, Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Kamis (14/8/2014).

Menurut Luqman, seluruh ibu hamil saat memeriksakan kandungan telah disediakan buku KIA. Luqman juga mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan RI telah menyediakan sekitar 5 juta buku KIA untuk 5 juta ibu hamil di Indonesia setiap tahun.

"Tapi itu, ibu-ibu lebih sering main handphone daripada buku KIA. Maka dari itu kita lakukan pendekatan baru dengan mengirim pesan informasi lewat SMS," ujar Luqman.

Program SMSBunda yang resmi diluncurkan Kamis (14/8/2014), merupakan program pesan singkat (SMS) berisi informasi kehamilan dan nifas untuk ibu hamil. Diharapkan dengan program SMS ini, ibu hamil dapat memperoleh informasi yang lebih mudah sehingga dapat menekan angka kematian ibu dan bayi.

(up/up)

Berita Terkait