Akan tetapi, terlalu sering nge-gym juga bisa membuat seseorang menjadi jenuh dan bosan. Jika bosan, bisa jadi program yang sudah direncanakan menjadi gagal.
Untuk menghindari hal tersebut, detikHealth merangkum beberapa tempat alternatif yang bisa Anda gunakan sebagai tempat olahraga dan ditulis pada Selasa (19/8/2014).
1. Lapangan Bermain Anak-anak
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Akan tetapi harus hati-hati, pastikan lapangan bermain dalam kondisi kering dan cuaca cerah ketika Anda berolahraga. Jangan menggunakan tempat ini sehabis hujan karena khawatir akan basah dan licin.
"Orang yang ingin berolahraga di taman tempat anak-anak harus melakukan cek secara menyeluruh. Pastikan tiangnya tidak licin dan lantai tanah tidak basah dan licin," urai Daniel Talyor, pelatih sekaligus penulis buku Conditioning to the Core
2. Kolam Renang
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Aqua Cycling baik dilakukan. Menurut David M.Rowland, direktur dari Cornerstone Aquatics Center, Connecticut, aqua cycling dapat membantu orang yang mengikuti kelasnya melakukan latihan tanpa mendapatkan dampak buruk pada sendi dan tidak perlu mengeluarkan keringat terlalu banyak.
"Air akan melindungi tubuh Anda, dan pada saat Anda mengayuh pedal dalam air, Anda sekaligus mendapatkan pijatan alami dari air," ujarnya.
3. Kantor
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Sambil duduk di kursi, lakukan peregangan pada kaki. Naikkan kaki dari lantai hingga lutut lurus sempurna dan otot-ototnya berkontraksi. Ulangi dan lakukan beberapa kali. Dengan pengulangan yang cukup serta tambahan beban dari sepatu, paha pun akan mengencang. Kabar baiknya, orang lain tidak akan tahu apa yang terjadi di bawah meja kerja Anda!
4. Dapur
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Nah, dapur juga bisa menjadi tempat Anda melakukan olahraga. Menganggkat galon air mineral atau tabung gas Elpiji yang sudah kosong bisa dilakukan sebagai alternatif latihan beban di Gym.
5. Kebun
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Berkebun memerlukan usaha yang besar. Sebab Anda harus memindahkan sekantung kompos yang berat, menyiangi rumput liar, membungkuk, dan berdiri lagi," terang Dr. Pam Peeke, pengarang The Hunger Fix, salah satu buku best seller di New York.
Berkebun dapat membakar rata-rata 200 hingga 400 kalori per jam. Tetapi saat berkebun, orang akan berfokus pada tugas yang harus dilakukan sehingga tak pernah menyangka bahwa aktivitas yang dilakukan sebenarnya merupakan olahraga.
Halaman 2 dari 6











































