Selain Bikin Gemuk, Junk Food Juga Bikin Orang Ogah Konsumsi Makanan Sehat

Selain Bikin Gemuk, Junk Food Juga Bikin Orang Ogah Konsumsi Makanan Sehat

- detikHealth
Jumat, 29 Agu 2014 14:34 WIB
Selain Bikin Gemuk, Junk Food Juga Bikin Orang Ogah Konsumsi Makanan Sehat
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Selama ini kita tahu bahwa konsumsi junk food secara berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Kandungan lemak dan garam yang terdapat dalam junkfood dapat meningkatkan risiko obesitas. Tak jarang penyakit kronis seperti diabetes, jantung, dan kanker jadi ancaman untuk para penikmat makanan ini. Walaupun tahu risikonya, banyak orang yang tak bisa lepas dari junk food. Kira-kira kenapa ya?

Peneliti menemukan kebiasaan mengonsumsi junk food seperti burger dan kentang goreng ternyata dapat menghilangkan selera kita pada menu sehat yang lain, demikian dirangkum dari berbagai sumber oleh detikHealth, Jumat (29/8/2014). Peneliti tersebut pun percaya jika efek dari makanan tak sehat ini bisa mengubah perilaku seseorang terhadap makanan, kontrol diri yang lemah, makan berlebih, dan obesitas.

Studi yang dilakukan di Australia ini dilakukan dengan percobaan terhadap tikus muda jantan. Awalnya tikus ini diberi makanan sehat yang memiliki rasa manis yaitu ceri dan anggur. Setelah mereka terbiasa dengan menu sehat ini, para peneliti berhenti memberikannya dan menggantinya dengan pie, siomay, biskuit, dan cake. Makanan tersebut mengandung 150 kalori lebih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dilakukan percobaan, hasilnya berat tikus naik hingga 10%. Tak hanya itu, hasrat mereka untuk mengonsumsi makanan sehat yang awalnya mereka makan pun semakin hilang. Diduga hal ini disebabkan oleh perubahan dalam sirkuit di otak tikus, termasuk korteks orbitofrontal atau area dalam respons otak untuk membuat keputusan.

"Hal yang sama pun bisa terjadi pada manusia. Mengonsumsi junk food kemungkinan bisa mengubah respons Anda terhadap sinyal yang berhubungan dengan makanan," kata Profesor Margaret Morris dari University of New South Wales. Menurut mereka kesamaan ini terjadi karena sirkuit otak manusia sama dengan semua mamalia, termasuk tikus.

World Health Organization memperkirakan lebih dari 10% populasi orang dewasa di dunia mengalami obesitas. Menurut mereka, setidaknya 2,8 juta orang mati tiap tahunnya karena kelebihan berat badan atau obesitas yang menjadi penyebab dari risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

"Epidemik global terhadap obesitas saat ini sungguh intens, untuk itu dibutuhkan peringatan yang dapat memberikan efek tertentu pada orang obesitas," ujar dr Amy Reichelt dari UNSW Australia.

(rdn/up)

Berita Terkait