"Kami telah menjual barang ini selama 10 tahun, namun penjualan meningkat drastis mulai minggu lalu," kata seorang penjual online yang menolak untuk diidentifikasi seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/9/2014).
Baik pria maupun wanita semuanya membeli produk gips palsu yang ia jual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesenjangan gender pada hari libur korea ini sudah sangat berakar sehingga melahirkan istilah "sindrom menantu libur", yang setelahnya banyak wanita muda menderita stres dan kelelahan.
Data dari Departemen Gender, Kesetaraan, dan Keluarga pada tahun 2010 menunjukkan hanya 4,9 persen orang yang disurvei mengatakan kedua gender berbagi tugas liburan, sedangkan sisanya mengatakan wanita melakukan sebagian besar pekerjaan.
"Meskipun jumlah perempuan yang aktif terlibat dalam kegiatan ekonomi mengalami peningkatan, persepsi bahwa hanya perempuan yang bertanggung jawab atas persiapan liburan tetap ada," kata Na-Young Lee, sosiologis dari Chung-Ang University.
"Kita perlu mencoba untuk memahami bahwa baik pria maupun wanita adalah setara dalam bekerja dan membesarkan anak-anak di keluarga," tambahnya.
(vit/vit)











































