Kehabisan Tempat, FIFA Ubah Stadion Bola Jadi Tempat Penanggulangan Ebola

Kehabisan Tempat, FIFA Ubah Stadion Bola Jadi Tempat Penanggulangan Ebola

- detikHealth
Minggu, 14 Sep 2014 08:55 WIB
Kehabisan Tempat, FIFA Ubah Stadion Bola Jadi Tempat Penanggulangan Ebola
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Badan sepak bola dunia, Federation Internationale de Football Association (FIFA) menyumbangkan sebuah stadion bola di Monrovia, Liberia, untuk dijadikan markas penanggulangan Ebola. Stadion tersebut akan dirombak untuk menampung dua unit perawatan Ebola.

FIFA dalam pernyataannya mengatakan telah bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) untuk membantu melawan penyebaran penyakit yang menjadi epidemi ini. Stadion Antoinette Tubman pun akan direnovasi dan semua biayanya ditanggung oleh FIFA.

"Kini kita bisa menggunakan kekuatan dari sepak bola untuk memerangi epidemi Ebola," kata Presiden FIFA, Sepp Blatter, seperti dikutip dari ABC Australia dan ditulis pada Minggu (14/9/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hampir 2.300 orang telah tewas sejak Ebola di Afrika Barat mulai mewabah pada awal tahun 2014. Liberia dengan jumlah korban meninggal mencapai 1.200 orang mengaku kewalahan menghadapi epidemi. Tempat kesehatan di Liberia pun telah penuh oleh pasien Ebola, sampai pada akhirnya petugas terpaksa menolak pasien yang datang.

Lembaga amal Doctors Without Borders (MSF) mengatakan respons masyarakat terhadap Ebola sangat kurang dan mengakibatkan Ebola semakin meluas. Jumlah pasien yang terjangkit semakin banyak dan petugas kesehatan sudah kewalahan menanganinya.

"Mustahil bagi kami untuk bersaing mengikuti banyaknya orang yang terinfeksi yang datang begitu banyak ke fasilitas kami," ujar Presiden Doctors Without Borders, Joanne Liu.

Joanne Liu mengatakan pemerintah negara-negara terinfeksi seperti Liberia, Sierra Leone, Guinea, dan Nigeria tidak mampu menangai masalah ini bahkan setelah menerima bantuan. Ia mengatakan perlu ada bantuan internasional yang lebih besar lagi untuk menanggulangi wabah Ebola.



(vit/vit)

Berita Terkait