Ferry Soekratin, CEO Dexa-medika Group, induk perusahaan PT Fonko berharap agar obat produksi perusahaannya dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia secara luas. Salah satu alasannya adalah meningkatnya pasien kanker di Indonesia, namun obat yang tersedia masih minim dan mahal.
"Ada 4 macam obat yang rencananya akan diproduksi jika sudah mendapat izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Kalau sudah terdaftar dan mendapat izin edar, kami berharap agar obat ini dapat digunakan dalam JKN oleh BPJS supaya manfaat obat kanker murah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," tutur Ferry usai Peresmian Fasilitas Sediaan Onkologi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/9/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferry berharap bahwa proses registrasi oleh BPOM tak harus memakan waktu lama. Ia mengatakan bahwa idealnya, obat kanker tersebut akan siap edar pada pertengahan tahun 2015.
Ditemui di acara yang sama, Kepala BPOM Dr Roy Sparringa mengatakan bahwa proses registrasi merk obat hingga akhirnya mendapat izin edar memang memakan waktu. Pasalnya ada beberapa proses tahapan yang harus dilalui agar obat tersebut boleh beredar dan digunakan bagi pasien kanker yang membutuhkan.
"Ada beberapa proses tahapan ya. Mulai dari validitas, uji klinis oleh BPOM dan lain lain. Tidak bisa pasti kapan waktunya. Tergantung juga dari kesiapan produsen atau pabriknya," ungkap Roy.
(rsm/up)











































