dr Andreas Prasadja, RPSGT, pakar tidur sehat dari RS Mitra Kemayoran mengatakan bahwa jika memang sudah telanjur mengalami delayed sleep phase syndrome (DSPS) atau susah tidur awal, baiknya diteruskan saja seperti itu. Ketika sudah teratur, geser waktu tidur untuk lebih awal secara perlahan.
"Kalau memang biasanya tidur jam 3 atau jam 4, ya nggak apa-apa. Lanjutkan saja dulu supaya teratur. Nah kalau sudah teratur geser waktu tidurnya 15 menit lebih awal. Nanti 3 hari lagi geser lagi 15 menit," urai pria yang akrab disapa dr Ade tersebut ketika dihubungi detikHealth, dan ditulis pada Kamis (25/9/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilanjutkan dr Ade, pastikan juga kondisi tubuh dalam keadaan rileks dan santai. Anda dapat membaca majalah ringan, menyalakan kipas angin atau AC sembari mendengarkan musik. Jika pikiran dan tubuh rileks, niscaya ngantuk akan datang dan Anda dapat segera tertitur lelap.
"Jangan lupa juga bagi yang kurang paham, olahraga menjelang tidur bikin adrenalin meningkat sehingga susah tidur. Hindari juga konsumsi kopi dan rokok. Efek kopi bertahan hingga 9 jam dan rokok tentu saja meningkatkan performa jantung sehingga sulit tidur," sambungnya lagi.
Akan tetapi jika Anda sudah melakukan hal-hal tersebut namun masih juga sulit tidur, sebaiknya segera menghubungi dokter. dr Ade mengatakan bahwa bisa saja kondisi tersebut merupakan gejala atau akibat dari kondisi medis yang parah.
"Kalau nggak bisa tidur awal juga ya sudah seharusnya langsung menghubungi dokter. Nanti dicari penyebabnya apa dan satu-satunya cara penyembuhan adalah dengan pengobatan medis," paparnya.
(mrs/vta)











































