"Dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, pendekatan epidemiologi juga digunakan mendeteksi dan menyelesaikan berbagai masalah kesehatan. Seperti masalah peningkatan kejadian gizi buruk, keracunan makanan, kecelakaan, dan penyakit tidak menular, termasuk peningkatan kejadian gangguan jiwa," Plt Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Agus Purwadianto.
Agus menyampaikannya usai membuka pertemuan Ilmiah Epidemiologi Nasional ke-4 di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Rabu (1/10/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menyebutkan, Kemenkes RI berharap kepada segenap jajaran kesehatan di tanah air bersama Persatuan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), perguruan tinggi dan seluruh stakeholder untuk berbarengan melakukan beragam upaya menerapkan pendekatan epidemiologi.
"Upaya yang harus dilakukan yaitu meningkatkan minat generasi muda dan perhatian masyarakat pada bidang epidemiologi, meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga epidemiolog, mengembangkan kompetensi para epidemiolog agar semakin komprehensif," tutur Agus.
Selain itu, Agus melanjutkan, perlu mendorong agar data dan informasi yang ada benar-benar digunakan dalam pengambilan keputusan serta penetapan kebijakan oleh pihak berwenang. Lalu mendorong pelaksanaan surveilans epidemiologi dengan tepat dan benar di semua tingkat administrasi oleh sumberdaya memadai.
(bbn/vit)











































