Jangan Remehkan, Penyebaran Penyakit Cepat Dideteksi dengan Epidemiologi

Jangan Remehkan, Penyebaran Penyakit Cepat Dideteksi dengan Epidemiologi

- detikHealth
Rabu, 01 Okt 2014 15:53 WIB
Jangan Remehkan, Penyebaran Penyakit Cepat Dideteksi dengan Epidemiologi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Bandung - Kemampuan deteksi dini penyakit menular perlu dimiliki setiap negara agar penyebarannya yang memicu pandemi bisa dicegah. Tentunya hal tersebut mesti diiringi kemampuan dalam penerapan pendekatan epidemiologi. Bagaimana pendekatan epidemiologi di Indonesia?

"Dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, pendekatan epidemiologi juga digunakan mendeteksi dan menyelesaikan berbagai masalah kesehatan. Seperti masalah peningkatan kejadian gizi buruk, keracunan makanan, kecelakaan, dan penyakit tidak menular, termasuk peningkatan kejadian gangguan jiwa," Plt Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Agus Purwadianto.

Agus menyampaikannya usai membuka pertemuan Ilmiah Epidemiologi Nasional ke-4 di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Rabu (1/10/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekuatan surveilans epidemiologi berbasis laboratorium di Indonesia telah mengantarkan beberapa sukses besar dalam pengendalian penyakit. Contohnya antara lain pada 2012 sebagian besar wilayah Indonesia sudah mencapai eliminasi tetanus maternal dan neonatal, pada 2014 Indonesia bersama seluruh negara anggota WHO di Asia Tenggara telah mencapai eradikasi polio. Selain itu pada 2014, lebih dari 200 kabupaten dan kota di Indonesia telah mencapai eliminasi malaria.

Agus menyebutkan, Kemenkes RI berharap kepada segenap jajaran kesehatan di tanah air bersama Persatuan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), perguruan tinggi dan seluruh stakeholder untuk berbarengan melakukan beragam upaya menerapkan pendekatan epidemiologi.

"Upaya yang harus dilakukan yaitu meningkatkan minat generasi muda dan perhatian masyarakat pada bidang epidemiologi, meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga epidemiolog, mengembangkan kompetensi para epidemiolog agar semakin komprehensif," tutur Agus.

Selain itu, Agus melanjutkan, perlu mendorong agar data dan informasi yang ada benar-benar digunakan dalam pengambilan keputusan serta penetapan kebijakan oleh pihak berwenang. Lalu mendorong pelaksanaan surveilans epidemiologi dengan tepat dan benar di semua tingkat administrasi oleh sumberdaya memadai.

(bbn/vit)

Berita Terkait