Tanggap Darurat Bencana, BNPB dan Kemenkes Bentuk Klaster Kesehatan

Tanggap Darurat Bencana, BNPB dan Kemenkes Bentuk Klaster Kesehatan

- detikHealth
Kamis, 02 Okt 2014 13:20 WIB
Tanggap Darurat Bencana, BNPB dan Kemenkes Bentuk Klaster Kesehatan
Foto: detikFoto
Jakarta - Banjir, longsor, gempa bumi hingga tsunami adalah beberapa bencana yang menyerang Indonesia dalam 10 tahun terakhir. Sadar bahwa Indonesia termasuk tinggi risiko bencana alamnya, Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana bekerja sama untuk membangun klaster kesehatan. Apa itu?

Sekretaris Jenderal Kemenkes, dr Untung Suseno Sutarjo, MKes, mengatakan bahwa klaster kesehatan merupakan klaster yang terdiri dari berbagai kementerian, lembaga, dinas, swasta tingkat lokal hingga internasional, yang tujuannya untuk meningkatkan efektifitas penanggulangan bencana di bidang kesehatan.

"Jadi tujuannya dibentuk klaster itu untuk menentukan siapa yang melakukan apa ketika terjadi bencana. Jadinya nggak akan ada yang overlapping atau malah tidak dikerjakan sama sekali karena tidak ada koordinasi," tutur dr Untung, ditemui usai pembukaan Lokakarya Klaster Kesehatan, di Gedung Prof Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkan dr Untung bahwa pembentukan klaster ini penting agar seluruh aspek penanggulangan bencana dapat dipenuhi. Tentu saja yang dimaksudkan penanggulangan bencana bukan hanya pemberian bantuan dan juga pengungsian penduduk ketika dibutuhkan.

"Jadi semuanya, mulai dari dana, dananya siapa nih yang ngirim, ngirimnya berapa, supaya efektif kita kasih kemana, jadi nggak semua dananya lari ke satu sektor, sementara sektor lain terabaikan," ujar dr Untung.

"Sama juga dengan makanan, kan nggak mungkin kita kasih mie instan terus, di klaster kesehatan dibahas bagaimana pemenuhan gizi para korban, lalu juga pendataan penyakit sekaligus pencegahan penyakit menular ketika bencana," tandas pria yang dilantik sebagai Sekjen akhir Agustus lalu ini.

Pada pertemuan Lokakarya Klaster Kesehatan yang dilaksanakan hari ini, para peserta yang terdiri dari perwakilan BNPB, Kemenkes, PMI dan instansi terkait lainnya melakukan pembahasan soal apa saja program yang akan dilakukan berdasarkan sub klasternya masing-masing.

Sub Klaster yang terdapat dalam Klaster Kesehatan antara lain nutrisi bagi pengungsi, psikososial, imunisasi, kesehatan reproduksi, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan dan juga pelayanan kesehatan‎.

(rsm/vit)

Berita Terkait