Menurut pakar, perempuan lebih mudah terkena alzheimer dibanding pria karena perempuan lebih sering memiliki perasaan yang lebih peka. Sehingga mereka lebih sering merasakan perasaan cemas, cemburu, murung serta rasa tertekan yang dapat menjadi pemicu penyakit alzheimer.
Dalam sebuah penelitian terbaru peneliti menemukan bahwa wanita yang memiliki nilai tes neurotisme tertinggi di usia paruh baya akan dengan mudah terkena alzhaimer juga. Dilansir Reuters Kamis (2/10/2014) Dr Ingmar Skoog, peneliti senior dari Universitas Gothenburg Swedia berpendapat bahwa orang-orang dengan ciri berpikir negatif lebih rentan terserang alzheimer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Dr James Galvin, seorang profesor neurologi, psikiatri, dan kesehatan penduduk di NYU Langone Medical Center New York City berpendapat bahwa kebanyakan orang tidak tahu mengenai penyebab alzheimer. Sehingga bisa saja dia, Anda atau orang lain terserang alzheimer tanpa mengetahuinya.
Hasil penelitian Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika mengatakan bahwa sekitar 5 juta orang di Amerika dihantui risiko alzheimer, dikarenakan bentuknya sangat umum dan mirip sekali dengan demensia.
Sedangkan penyebab pasti penyakit alzheimer sendiri belum diketahui. Para peneliti mengidentifikasi berbagai faktor risiko berkembangnya kondisi penyakit ini, termasuk tekanan darah dan kolesterol tinggi.
Dalam penelitian yang diterbitkan oleh Journal Neurology, Skoog dan rekan-rekannya mengatakan bahwa kecenderungan seseorang yang memiliki sifat kepribadian negatif berisiko besar terkena alzheimer. Wanita yang mendapat nilai tertinggi pada saat tes neurotisme cenderung dua kali lebih beresiko terkena Alzheimer, dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan nilai rendah pada saat tes.
Para peneliti sebelumnya telah melaporkan bahwa stres yang berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko demensia, termasuk penyakit alzheimer. Sampai saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan untuk mencegah penyakit alzheimer. Percobaan untuk menemukan vaksin yang dapat melawan alzheimer terhenti beberapa tahun lalu karena beberapa orang yang menerima vaksin mengalami peradangan otak. Akan tetapi Anda dapat mengurangi risiko alzheimer dengan cara menekan risiko sakit jantung.
(mrs/vit)











































