Parfum dengan Wangi Bunga, Bisakah Dijadikan Aromaterapi?

Manfaat Sehat <i>Essential Oil</i>

Parfum dengan Wangi Bunga, Bisakah Dijadikan Aromaterapi?

- detikHealth
Senin, 13 Okt 2014 12:49 WIB
Parfum dengan Wangi Bunga, Bisakah Dijadikan Aromaterapi?
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Saat ini parfum dengan aneka wangi bunga banyak ditemukan di pasaran. Ada parfum dengan wangi melati, mawar, dan bunga lainnya. Nah, wangi parfum ini ada yang mirip dengan essential oil yang biasa digunakan untuk aromaterapi. Lantas, bisakah parfum juga digunakan untuk aromaterapi?

"Tidak benar jika parfum dapat dijadikan aromaterapi karena kandungan parfum dengan essential oil berbeda," jelas spesialis kecantikan dan medical aromatherapyst, dr Rachmi Primadiati, DHerbMed, DArom, CIDESCO,CIBTAC kepada detikHealth dan ditulis pada Senin (13/10/2014).

Parfum adalah hasil rekayasa manusia yang dibuat mirip dengan aroma yang diinginkan, sedangkan essential oil adalah aroma ataupun ekstrak tanaman yang memiliki aroma di mana mempunyai fungsi memengaruhi fungsi tubuh. "Jadi begini perbedaannya essential oil dengan parfum, essential bahannya alami, fregrance atau parfum bahannya kimia. Yang kedua, ini (parfum) hasil dari rekayasa manusia, yang ini (essential) ciptaan Tuhan. Yang ini (parfum) tidak dapat memengaruhi fungsi tubuh. Yang ini (essential) bisa memengaruhi fungsi tubuh," papar dr Rachmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter yang berpraktik di Klinik BioRX Ragunan ini mencontohkan essential oil yang dibuat dari penyulingan mawar memiliki efek menenangkan, memperbaiki kulit yang kering, memperbaiki hormon, mengatasi impotensi, dan sebagainya. Sedangkan parfum dengan wangi mawar sifatnya hanya mengingatkan pada aroma yang asli tanpa memengaruhi fungsi tubuh.

"Misal dulu orang kita pernah pakai melati di rumahnya, ketika kita nyium parfum melati maka aromanya seperti melati sehingga menimbulkan hanya sebagai masking effect," imbuhnya.

Seperti ruangan di rumah yang disemprot dengan pewangi ruangan beraroma melati, maka efeknya adalah aroma menutupi ruangan tersebut. Sedangkan jika yang digunakan adalah essential oil atau minyak atsiri, terdapat satu molekul yang sifatnya sebagai terapi dan molekul aroma yang bisa memengaruhi fungsi tubuh.

"Makanya essential oil bisa untuk pengobatan, bisa juga untuk perawatan kecantikan, bisa untuk antibiotik, bisa meningkatkan kekebalan tubuh, bisa mengubah mood seseorang," papar dr Rachmi.

Menurut dr Rachmi, essential oil memiliki struktur kimia, karena itulah dikenal molekul besar dan molekul kecil dalam minyak tersebut. Dari ekstrak tumbuhan itu ada kekuatan hidup, karena tumbuhan bisa memperbaiki diri sendiri. dr Rachmi mencontohkan tanaman yang ditebang bisa tumbuh lagi. Nah, artinya sebenarnya semua makhluk hidup memiliki kekuatan hidup.

"Dulu ini adalah kesatuan yaitu molekul untuk aromanya saja dan ada untuk memengaruhi fungsi tubuh. Nah ini sudah sangat sulit untuk didapat, maka manusia merekayasa dan mencontoh aromanya menjadi seperti ini, mulai dari struktur kimianya. Dua-duanya sama strukturnya, yang satu dari tumbuh-tumbuhan, yang satu dari bahan-bahan tambang sehingga menimbulkan aroma yang sama," jelas dr Rachmi.

(vit/rdn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads