Segelas susu hangat sebelum tidur menjadi kebiasaan yang masih banyak dilakukan. Sebagian memilihnya karena dianggap membantu tubuh lebih rileks, sedangkan sebagian lainnya justru khawatir kebiasaan ini dapat membuat gula darah naik saat malam.
Lalu, benarkah minum susu sebelum tidur dapat meningkatkan gula darah?
Gula Darah Lebih Sulit Dikendalikan pada Malam Hari
Tubuh memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur berbagai proses, termasuk metabolisme glukosa. Pada pagi hingga siang hari, tubuh cenderung lebih sensitif terhadap insulin sehingga glukosa dari makanan lebih mudah masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki malam hari, sensitivitas insulin secara alami menurun. Akibatnya, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mengolah karbohidrat yang dikonsumsi. Kondisi ini menyebabkan respons gula darah setelah makan pada malam hari bisa lebih tinggi dibandingkan pada pagi hari, terutama pada pengidap diabetes, pradiabetes, atau resistensi insulin.
Penelitian yang diterbitkan dalam Reviews in Endocrine and Metabolic Disorders tahun 2023 menunjukkan bahwa waktu makan memengaruhi respons metabolisme tubuh. Konsumsi makanan pada malam hari menghasilkan respons gula darah setelah makan yang lebih tinggi dibandingkan konsumsi pada pagi hari karena sensitivitas insulin menurun seiring ritme sirkadian.
Meski demikian, penelitian tersebut tidak menyimpulkan bahwa susu menjadi penyebab kenaikan gula darah. Yang memengaruhi adalah respons tubuh terhadap seluruh asupan makanan pada malam hari.
Susu Tidak Langsung Menyebabkan Gula Darah Naik
Susu memang mengandung laktosa, yaitu gula alami yang termasuk kelompok karbohidrat. Dalam satu gelas atau sekitar 200 hingga 250 ml susu sapi terdapat sekitar 10 sampai 12 gram karbohidrat.
Namun, susu juga mengandung protein whey, kasein, serta lemak yang memperlambat proses pengosongan lambung. Kombinasi zat gizi tersebut membuat glukosa diserap secara bertahap sehingga kenaikan gula darah umumnya lebih lambat dibandingkan minuman yang mengandung gula tambahan.
Hingga saat ini, belum ada uji klinis maupun penelitian yang menyimpulkan bahwa minum susu pada malam hari dapat meningkatkan kadar gula darah.
Waktu konsumsi susu bukan merupakan faktor utama yang menentukan kadar gula darah. Jenis makanan, jumlah karbohidrat yang dikonsumsi, kondisi kesehatan metabolik, serta pola makan secara keseluruhan memiliki pengaruh yang jauh lebih besar.
Jenis Susu Lebih Berpengaruh Dibanding Waktu Minumnya
Jika ingin minum susu pada malam hari, hal yang lebih penting untuk diperhatikan adalah jenis susunya.
Susu tanpa gula tambahan umumnya memiliki indeks glikemik yang relatif rendah sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat. Sebaliknya, susu berperisa seperti cokelat, stroberi, vanila, maupun susu yang mengandung gula tambahan memiliki kandungan karbohidrat lebih tinggi sehingga berpotensi meningkatkan kadar gula darah apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Karena itu, membaca informasi nilai gizi pada kemasan menjadi langkah yang penting, terutama bagi pengidap diabetes atau yang sedang menjaga kadar gula darah.
Pengidap Diabetes Perlu Memperhatikan Porsi dan Kandungan Gula
Bagi pengidap diabetes, minum susu pada malam hari tetap dapat dilakukan selama memperhatikan jenis dan porsinya.
Pilihlah susu tanpa gula tambahan atau susu dengan kandungan gula yang lebih rendah. Batasi konsumsi sekitar satu gelas atau sekitar 200 ml dan hindari menambahkan gula, sirup, maupun mengonsumsinya bersama biskuit, kue, atau camilan manis lainnya.
Selain itu, pengendalian gula darah tidak hanya dipengaruhi oleh satu jenis makanan. Total asupan karbohidrat dalam sehari, aktivitas fisik, kualitas tidur, berat badan, serta kepatuhan menjalani pengobatan juga berperan besar dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Jadi, Amankah Minum Susu di Malam Hari?
Jawabannya, aman selama jenis susu dan porsinya diperhatikan.
Susu tanpa gula tambahan umumnya tetap dapat dikonsumsi pada malam hari sebagai bagian dari pola makan seimbang. Sebaliknya, susu dengan tambahan gula atau aneka perisa berpotensi memberikan asupan karbohidrat yang lebih tinggi sehingga lebih mudah meningkatkan kadar gula darah.
Saksikan Live DetikPagi:










































