Tips Kesehatan yang Tidak Masuk Akal Tapi Benar (1)

Tips Kesehatan yang Tidak Masuk Akal Tapi Benar (1)

- detikHealth
Senin, 13 Okt 2014 13:05 WIB
Tips Kesehatan yang Tidak Masuk Akal Tapi Benar (1)
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Orang menghindari minum kopi karena takut tidak bisa tidur. Begitu pula saat kelelahan, minuman berenergi kerap jadi favorit untuk membangkitkan tenaga. Namun jangan salah, apa yang diyakini benar kadang justru tidak dianjurkan.

Beberapa tips yang menyimpang dari keyakinan banyak orang, tetapi terbukti benar, adalah sebagai berikut seperti dirangkum dari berbagai sumber, Senin (13/10/2014).

1. Minum kopi biar tidur nyenyak

Illustrasi: Thinkstock
kualitas tidur, khususnya tidur siang atau siesta. Caranya dengan mengonsumsi 200 mg kafein, atau setara dengan 2 cangkir kopi, sebelum tidur siang. Cukup 20 menit memejamkan mata, tubuh akan kembali bugar saat bangun tidur.

Rahasianya ada pada efek kafein yang memang tidak akan terasa langsung setelah diminum. Kafein baru akan berefek 20 menit kemudian, saat tubuh bangun tidur. Bugar setelah bangun tidur, ditambah efek kafein, dijamin jadi lebih produktif!

2. Jangan gosok gigi setelah makan

Illustrasi: Thinkstock
Saat mengonsumsi makanan yang rasanya asam, seperti jeruk, minuman berenergi, soda, dan sebagainya, sangat dianjurkan untuk tidak langsung menggosok gigi. Langsung gosok gigi setelah mengonsumsi makanan asam bisa membuat lapisan enamel melunak, lalu mengikis lapisan tersebut. Dianjurkan, tunggu 30-60 menit baru gosok gigi.

3. Besarkan otot biar ukuran baju mengecil

Illustrasi: Thinkstock
Jangan bayangkan latihan beban pasti akan membuat badan langsung sekekar Ade Rai. Butuh teknik khusus untuk bisa seperti itu. Faktanya, latihan beban justru membuat tubuh cenderung lebih ramping meski bobotnya mungkin tidak turun. Taruhlah 2 orang sama-sama berbobot 70 kg, orang yang massa ototnya lebih besar cenderung kelihatan lebih ramping dibandingkan yang lebih besar komposisi lemaknya.

4. Mau ramping, makanlah yang banyak

Illustrasi: Thinkstock
Banyak orang membatasi asupan makan saat ingin ramping. Bagi sebagian orang, cara ini sama sekali tidak efektif. Rasa lapar yang ditahan-tahan kadang justru mendorongnya untuk mengonsumsi lebih banyak makanan tanpa pernah disadari. Lebih dianjurkan untuk tidak terlalu ketat membatasi asupa makan, tetapi selalu terukur. Kalau memang harus makan banyak, buat apa ditahan-tahan? Yang penting, imbangi dengan pembakaran kalorinya melalui aktivitas fisik.

5. Hindari minuman berenergi saat letih

Illustrasi: Thinkstock
Kandungan kafeinnya memang 5 kali lebih banyak dibanding kopi. Namun demikian, efek samping minuman berenergi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, seperti gelisah, mudah marah, dan peningkatan denyut jantung. Minuman berenergi umumnya juga mengandung taurin, pemacu sistem saraf pusat yang memicu efek ketergantungan.

6. Minum air saat kembung

Illustrasi: Thinkstock
Biasanya, orang tidak mau minum terlalu banyak karena takut kembung. Namun jika banyak mengonsumsi serat, maka air dibutuhkan untuk agar serat-serat tersebut bekerja dengan baik dalam menjaga sistem pencernaan. Kembung bisa disebabkan justru karena dehidrasi di lambung, sehingga solusinya adalah minum air putih sampai 'kembung'.
Halaman 2 dari 7
kualitas tidur, khususnya tidur siang atau siesta. Caranya dengan mengonsumsi 200 mg kafein, atau setara dengan 2 cangkir kopi, sebelum tidur siang. Cukup 20 menit memejamkan mata, tubuh akan kembali bugar saat bangun tidur.

Rahasianya ada pada efek kafein yang memang tidak akan terasa langsung setelah diminum. Kafein baru akan berefek 20 menit kemudian, saat tubuh bangun tidur. Bugar setelah bangun tidur, ditambah efek kafein, dijamin jadi lebih produktif!

Saat mengonsumsi makanan yang rasanya asam, seperti jeruk, minuman berenergi, soda, dan sebagainya, sangat dianjurkan untuk tidak langsung menggosok gigi. Langsung gosok gigi setelah mengonsumsi makanan asam bisa membuat lapisan enamel melunak, lalu mengikis lapisan tersebut. Dianjurkan, tunggu 30-60 menit baru gosok gigi.

Jangan bayangkan latihan beban pasti akan membuat badan langsung sekekar Ade Rai. Butuh teknik khusus untuk bisa seperti itu. Faktanya, latihan beban justru membuat tubuh cenderung lebih ramping meski bobotnya mungkin tidak turun. Taruhlah 2 orang sama-sama berbobot 70 kg, orang yang massa ototnya lebih besar cenderung kelihatan lebih ramping dibandingkan yang lebih besar komposisi lemaknya.

Banyak orang membatasi asupan makan saat ingin ramping. Bagi sebagian orang, cara ini sama sekali tidak efektif. Rasa lapar yang ditahan-tahan kadang justru mendorongnya untuk mengonsumsi lebih banyak makanan tanpa pernah disadari. Lebih dianjurkan untuk tidak terlalu ketat membatasi asupa makan, tetapi selalu terukur. Kalau memang harus makan banyak, buat apa ditahan-tahan? Yang penting, imbangi dengan pembakaran kalorinya melalui aktivitas fisik.

Kandungan kafeinnya memang 5 kali lebih banyak dibanding kopi. Namun demikian, efek samping minuman berenergi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, seperti gelisah, mudah marah, dan peningkatan denyut jantung. Minuman berenergi umumnya juga mengandung taurin, pemacu sistem saraf pusat yang memicu efek ketergantungan.

Biasanya, orang tidak mau minum terlalu banyak karena takut kembung. Namun jika banyak mengonsumsi serat, maka air dibutuhkan untuk agar serat-serat tersebut bekerja dengan baik dalam menjaga sistem pencernaan. Kembung bisa disebabkan justru karena dehidrasi di lambung, sehingga solusinya adalah minum air putih sampai 'kembung'.

(up/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads