Terungkap! Lalat Berguna untuk Sembuhkan Penyakit di Masa Depan

Terungkap! Lalat Berguna untuk Sembuhkan Penyakit di Masa Depan

- detikHealth
Kamis, 16 Okt 2014 09:35 WIB
Terungkap! Lalat Berguna untuk Sembuhkan Penyakit di Masa Depan
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Lalat dikategorikan sebagai binatang yang jorok dan sumber penyakit bagi manusia. Makanan yang sudah dihinggapi lalat tentunya mempunyai risiko tinggi menularkan berbagai penyakit, mulai dari diare, disentri hingga penyakit serius yang dapat menyebabkan kebutaan.

Hanya saja, pernahkah terbesit dalam pikiran Anda soal manfaat lalat? Bahwa lalat ternyata menyimpan banyak manfaat yang dapat berguna untuk menyembuhkan berbagai penyakit manusia? Seorang peneliti sekaligus ahli serangga asal New York, Amerika Serikat pun mencari jawabannya.

Dalam jurnal ilmiahnya yang diterbitkan oleh Genome Biology, dr Jeff Scott dan rekan-rekannya dari Cornell University di New York mengadakan penelitian terhadap genom lalat. Pertanyaan sederhana, mengapa lalat yang hidup di tempat jorok dan mengandung banyak penyakit memiliki kekebalan terhadap penyakit-penyakit yang hinggap di tubuhnya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian dilakukan dengan membandingkan genom lalat rumah (Musca domestica) dengan lalat buah (Drosophila melanogaster). Hasilnya menunjukkan bahwa ternyata lalat rumah memiliki sisitem imunitas yang lebih baik daripada lalat buah, yang menyebabkan mereka kebal dari penyakit meski hidup di tempat kotor dan jorok.

Prof David Conway dari London School of Hygene & Tropical Medicine mengatakan bahwa meski lalat rumah sering dianggap sebagai pengganggu dan biang keladi penyebaran penyakit, studi yang dilakukan oleh dr Scott dan kawan-kawannya membuktikan bahwa lalat ternyata memiliki kunci untuk pengobatan penyakit manusia di masa depan.

Ia mengambil contoh lalat tse-tse yang dapat menyebabkan ngantuk hingga kematian di Afrika. Setelah genom lalat ini diteliti ditemukanlah bahwa lalat ini lebih dekat secara spesies dengan lalat rumah, meskipun lalat tse-tse hidup dengan meminum darah seperti nyamuk.

"Banyak lagi penelitian tentang lalat yang sangat penting untuk manusia. Dengan meneliti penyebab penyakit, maka diharapkan akan ada penelitian lanjutan yang menggunakan hasil penelitian ini untuk membuat obat berdasarkan genom dan antibodi lalat tersebut," tutur Prof Conway yang tak terlibat penelitian, dikutip dari BBC, Kamis (16/10/2014).

(mrs/vta)

Berita Terkait