Berdasarkan hasil penyelidikan, Britton dilaporkan diberi pil untuk penyandang diabetes. Yakni berupa obat gliclazide untuk menurunkan kadar gula darah, padahal ia sama sekali tidak memiliki kondisi tersebut.
Apotek tempat Britton membeli obat, Jhoots Pharmacy, membenarkan pihaknya melakukan kesalahan tersebut. Juru bicaranya bahkan mengaku sangat sedih dan terpukul atas terjadinya peristiwa tragis ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak perempuan Britton, Tammy Haskins, mengatakan kematian ibunya tersebut sangat memilukan baginya dan kedua saudaranya. "Bahkan sampai saat ini ketika saya berpikir tentang bagaimana dia meninggal, saya masih tak bisa percaya. Hal seperti ini adalah sesuatu yang tak pernah terduga bisa terjadi," tutur Haskins, seperti dikutip dari BBC, Kamis (23/10/2014).
Kini pihak keluarga Britton tengah mengupayakan tindakan hukum terhadap perusahaan farmasi Jhoots Pharmacy atas kesalahan yang dilakukan pihaknya.
"Tidak ada yang bisa membawa ibu saya kembali sekarang, tapi setidaknya saya berharap ada pengetatan prosedur di apotek agar peristiwa seperti ini tak terulang," imbuh Haskins.
(ajg/up)











































