"Sudah dites dan negatif hasil tesnya. Kemungkinan besar terserang malaria. Karena sebelumnya dia sudah pernah kena malaria," tutur Menkes usai Peluncuran Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kantor Pos Pasar Baru, Jl Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2014).
Menkes menambahkan bahwa proses pencegahan sudah dilakukan di Kantor Karantina Pelabuhan. Para Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang baru datang ke Indonesia harus melalui proses karantina selama dua minggu di pelabuhan untuk memastikan bahwa WNA dan WNI tersebut tidak membawa masuk virus berbahaya seperti Ebola ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Justru saya menghargai mereka hati-hati dan memeriksakan diri ke rumah sakit. Gejalanya kan ada 4, panas tinggi, nyeri-nyeri, diare dan muntah-muntah," sambung Prof Nila lagi.
Terkait langkah pencegahan, ia mengatakan bahwa Kemenkes sudah melakukan koordinasi ke seluruh bandara dan pelabuhan. Ia juga menolak saran yang mengatakan harus melarang WNA yang datang dari Afrika untuk masuk Indonesia.
"Di pelabuhan dan bandara kan ada thermal detector. Ini saya mau ke pelabuhan ini mau lihat. Masa kita mau melarang orang datang ke Indonesia sih? Nggak mungkin dong," pungkasnya.
(mrs/vit)











































