Menkes: Suspek Ebola di Kediri dan Madiun Negatif, Kemungkinan Malaria

Suspek Ebola di Kediri

Menkes: Suspek Ebola di Kediri dan Madiun Negatif, Kemungkinan Malaria

- detikHealth
Senin, 03 Nov 2014 12:56 WIB
Menkes: Suspek Ebola di Kediri dan Madiun Negatif, Kemungkinan Malaria
Jakarta - Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek, SpM(K) memastikan bahwa dua suspek Ebola di Madiun dan Kediri negatif. Ia mengatakan bahwa kemungkinan besar pasien tersebut mengalami malaria.

"Sudah dites dan negatif hasil tesnya. Kemungkinan besar terserang malaria. Karena sebelumnya dia sudah pernah kena malaria," tutur Menkes usai Peluncuran Kartu Indonesia‎ Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kantor Pos Pasar Baru, Jl Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2014).

Menkes menambahkan bahwa proses pencegahan sudah dilakukan di Kantor Karantina Pelabuhan. Para Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang baru datang ke Indonesia harus melalui proses karantina selama dua minggu di pelabuhan untuk memastikan bahwa WNA dan WNI tersebut tidak membawa masuk virus berbahaya seperti Ebola ke Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun menolak jika KKP atau Dinas Kesehatan di Provinsi tersebut kecolongan dengan adanya warga yang sakit sepulangnya dari Afrika. Menurutnya, tindakan warga tersebut untuk memeriksakan diri ke rumah sakit merupakan tanda bahwa masyarakat sudag mulai waspada soal penyakit yang menewaskan ribuan orang di Afrika tersebut.

‎"Justru saya menghargai mereka hati-hati dan memeriksakan diri ke rumah sakit. Gejalanya kan ada 4, panas tinggi, nyeri-nyeri, diare dan muntah-muntah," sambung Prof Nila lagi.

Terkait langkah pencegahan, ia mengatakan bahwa Kemenkes sudah melakukan koordinasi ke seluruh bandara dan pelabuhan. Ia juga menolak saran yang mengatakan harus melarang WNA yang datang dari Afrika untuk masuk Indonesia.

"Di pelabuhan dan bandara kan ada thermal detector. Ini saya mau ke pelabuhan ini mau lihat. Masa kita mau melarang orang datang ke Indonesia sih? Nggak mungkin dong," pungkasnya.

(mrs/vit)

Berita Terkait