Selasa, 04 Nov 2014 16:32 WIB

Ini Akibatnya Kalau Luka Bakar Diberi Pasta Gigi atau Mentega

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock) Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Penanganan pertama dan perawatan luka bakar yang tepat sangatlah penting, supaya luka tidak semakin parah. Selama ini luka bakar identik dengan pemberian pasta gigi atau mentega, tepatkah?

"Pada umumnya luka bakar yang terjadi di sekitar kita adalah luka bakar termal akibat panas atau listrik. Sayangnya masih banyak orang yang langsung mengolesi luka bakar dengan pasta gigi atau mentega," ujar dr R. Aditya Wardhana, SpBP-RE(K), MARS, Ketua Unit Luka Bakar RSCM.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam media workshop 'Mendobrak Mitos: Perawatan Luka Bakar yang Tepat', yang diselenggarakan di RSCM Kencana, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

Menurut dr Aditya, kebiasaan tersebut malah bisa memperparah luka dan menimbulkan infeksi. Ia melarang dengan tegas penggunaan bahan-bahan rumah tangga seperti mentega atau pasta gigi. Selain itu, minyak goreng dan kecap juga sebaiknya jangan dibubuhkan pada bagian yang terluka.

Sependapat dengan dr Aditya, dokter spesialis bedah plastik dr Irena Sakura Rini, MARS, SpBP-RE, juga menyebutkan kebiasaan ini berefek tak baik bagi proses pemulihan luka.

"Misalnya disiram mentega pada luka yang masih panas, mungkin tujuannya lubrikan jadi biar lukanya menjadi lembut. Padahal tidak demikian, proses panasnya tetap berjalan. Kan teksturnya seperti minyak," ungkap dokter yang kini aktif sebagai Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI).

dr Aditya juga menyebutkan, anjuran untuk tidak menggunakan bahan-bahan rumah tangga ini tak hanya berlaku di Indonesia tapi juga di beberapa rumah sakit luar negeri. "Efeknya tidak membantu penyembuhan. Aturannya tidak cuma di sini kok, di luar negeri juga dilarang," lanjutnya.

(ajg/up)