Hal tersebut dibantah oleh Prof dr Faisal Yunus, PhD, SpP(K), dari RS Persahabatan. dr Faisal yang juga menjabat sebagai presiden kongres Asian Pacific Society of Respirology (APSR) mengatakan kandungan garam udara laut tidak berpengaruh apa-apa pada asma seseorang.
"Asma itu kan salah satu faktor pemicunya polusi baik dari kendaraan bermotor atau dari industri. Nah udara laut itu lebih bersih maka orang pergi ke laut," kata dr Faisal saat ditemui pada konferensi pers kongres APSR ke-19 di hotel HARRIS, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (5/11/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi karena udaranya bersih, bukan karena udara lautnya asin. Memang kalau Anda ke laut terus kena udaranya terasa asin? Nggak kan? Jadi nggak ada hubungannya dengan asin itu," tambah dr Faisal.
dr Faisal mengatakan udara yang bersih di pantai tersebut membantu pengidap asma dengan memberikan suplai oksigen yang berkualitas. Udara pantai juga memberikan pengidap asma yang sensitif terhadap polusi udara perkotaan ruang untuk bernapas lega.
"Jadi kandungan garam itu ada di airnya bukan di anginnya. Kalau ada yang bilang kandungan garam pada angin di laut bagus untuk asma ngarang saja itu," tutup dr Faisal.
(vit/vit)










































