Bayi yang memiliki gangguan kekurangan hormon tiroid sejak lahir atau hipotiroid kongenital (HK) dikatakan oleh dr Erwin P. Soenggoro, SpA(K), dari FKUI akan mengalami keterbelakangan mental jika dibiarkan. Hal ini terjadi karena otak bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan tidak mendapatkan nutrisi yang cukup akibat metabolisme yang terganggu.
"Pada bayi ini biasanya terjadi karena kelenjar tiroidnya tidak terbentuk sempurna. Nah untuk mengetahuinya harus diskrining sejak lahir sebelum ada gejala," kata dr Erwin saat ditemui pada acara advokasi skrining hipotiroid kongenital (SHK) di Hotel Amaroosa, Bekasi Barat, Kamis (13/11/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau itu tidak deteksi cepat, otaknya ini yang terkena. Jadi perkembangan otaknya bisa telat. Kalau sudah kena otak tidak bisa sembuh," tambah dr Erwin.
Saat bayi cepat terdeteksi memiliki HK, obat bernama tiroksin dapat diberikan untuk membantu menyeimbangkan hormon tiroid tubuh. Penggunaan obat ini harus terus diberikan setiap hari agar metabolisme serta pertumbuhannya terjaga.
"Jadi diminum setiap hari, seperti suplemen vitamin saja," tutup dr Erwin.
(vit/vit)











































