Menteri Kesehatan Prof Nila F Moeloek, SpM(K) menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pagi ini. Kepada awak media, Menkes Nila menyatakan bahwa korupsi dan penyakit memiliki kesamaan.
"Sama ya tindakan korupsi seperti penyakit. Tadi dijelaskan pak Samad kalau ada rambu-rambu untuk terhindar dari korupsi, jadi ada promotif dan preventifnya. Sama seperti penyakit ada promotif dan preventifnya untuk mencegah kita jadi sakit kan," kata Menkes Nila, Selasa (18/11/2014).
Dikatakan Menkes Nila bahwa ketua KPK Abraham Samad memaparkan hasil survei pelayanan publik yang dilakukan KPK. Survei ini berisikan hasil wawancara KPK dengan elemen masyarakat soal pelayanan yang dilakukan oleh Kementerian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah Kementerian Kesehatan nilainya bagus. Tadi ditayangkan hasil survei dari rumah sakit-rumah sakit. Nilainya bagus. Dan untungnya bukan termasuk rapor merah," tandas Menkes lagi.
Menkes Nila juga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh KPK ini. Selain mengimbau para pejabat dan menteri soal rambu-rambu korupsi, survei ini juga menunjukkan kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh kementerian terkait.
"Semua kementerian ada. Ada juga yang rapor merah rapor kuning itu Pak Samad ada datanya. Saya nggak mau jawab ya nanti tunggu Pak Samad saja katanya mau dipaparkan di televisi," tutup Menkes.
(mrs/up)











































