Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Gegar Otak

Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Gegar Otak

- detikHealth
Jumat, 12 Des 2014 17:48 WIB
Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Gegar Otak
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Gegar otak bisa terjadi jika kepala mengalami benturan. Dampak paling fatal adalah kematian jika yang bersangkutan mengalami gegar otak parah dan tidak segera mendapat penanganan yang memadai.

Tidak melulu kecelakaan lalu lintas, gegar otak bisa terjadi saat seseorang menyundul bola atau mungkin tanpa sengaja kepalanya terantuk dinding. Nah, berikut ini hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar gegar otak, seperti dirangkum detikHealth pada Jumat (12/12/2014):

1. Macam Gegar Otak

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Dilihar dari tingkat kesadarannya pada 2 jam pertama, gegar otak bisa dibagi menjadi tiga tingkat yakni gegar otak ringan, sedang, dan berat. Gegar otak dikatakan ringan bila gejala yang muncul dalam 2 jam pertama hanya berupa mengantuk. Gegar otak dikategorikan sedang bila yang bersangkutan masih sadar tetapi merasa pusing. Sedangkan gegar otak berat bisa menyebabkan korban mengalami kondisi koma.

2. Gejala

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
1. Tidak sadarkan diri
2. Mual muntah
3. Pingsan
4. Sakit kepala hebat
5. Separuh badan jadi lumpuh seperti stroke.

3. Kondisi Otak Pasca Gegar Otak

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Para peneliti menemukan bahwa dalam 13 jam pertama setelah gegar otak, ada penurunan aktivitas di daerah tertentu dari otak belahan kanan. Namun sekitar 7 minggu setelah gegar otak, justru akan ada lebih banyak aktivitas di daerah otak tersebut pada orang yang mengalami gegar otak jika dibandingkan orang yang tidak mengalaminya.

"Sifat hiperaktif ini mungkin merupakan respon kompensasi otak yang sedang dalam tahap pemulihan," ungkap salah seorang peneliti, Thomas Hammeke, Ph.D., yang sekaligus seorang profesor psikiatri dan kedokteran perilaku di Medical College of Wisconsin.

Hasil studi ini telah diterbitkan dalam The Journal of the International Neuropsychological Society.

4. Keluhan Usai Mengalami Gegar Otak

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Gegar otak ringan di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah mild traumatic brain injury. Individu yang pernah mengalami gegar otak ringan seringkali mengeluhkan beragam keluhan fisik, kognitif, emosional, perilaku yang dinamakan sebagai post concussion syndrome atau postconcussive syndrome. Demikian dipaparkan pengasuh konsultasi kesehatan umum detikHealth, dr Dito Anurogo.

Keluhan yang paling sering dirasakan penderita gegar otak ringan antara lain pusing/sakit kepala, sensasi kepala berputar, problematika memori/daya ingat, problematika di dalam pertimbangan/pengambilan keputusan, mudah marah, mudah lelah/capek, penurunan daya konsentrasi, gangguan penglihatan, peka/sensitif terhadap bunyi/suara, cemas, dan depresi. Keluhan ini seringkali mereda dalam satu bulan, namun ada juga yang menetap berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun.
Halaman 2 dari 5
Dilihar dari tingkat kesadarannya pada 2 jam pertama, gegar otak bisa dibagi menjadi tiga tingkat yakni gegar otak ringan, sedang, dan berat. Gegar otak dikatakan ringan bila gejala yang muncul dalam 2 jam pertama hanya berupa mengantuk. Gegar otak dikategorikan sedang bila yang bersangkutan masih sadar tetapi merasa pusing. Sedangkan gegar otak berat bisa menyebabkan korban mengalami kondisi koma.

1. Tidak sadarkan diri
2. Mual muntah
3. Pingsan
4. Sakit kepala hebat
5. Separuh badan jadi lumpuh seperti stroke.

Para peneliti menemukan bahwa dalam 13 jam pertama setelah gegar otak, ada penurunan aktivitas di daerah tertentu dari otak belahan kanan. Namun sekitar 7 minggu setelah gegar otak, justru akan ada lebih banyak aktivitas di daerah otak tersebut pada orang yang mengalami gegar otak jika dibandingkan orang yang tidak mengalaminya.

"Sifat hiperaktif ini mungkin merupakan respon kompensasi otak yang sedang dalam tahap pemulihan," ungkap salah seorang peneliti, Thomas Hammeke, Ph.D., yang sekaligus seorang profesor psikiatri dan kedokteran perilaku di Medical College of Wisconsin.

Hasil studi ini telah diterbitkan dalam The Journal of the International Neuropsychological Society.

Gegar otak ringan di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah mild traumatic brain injury. Individu yang pernah mengalami gegar otak ringan seringkali mengeluhkan beragam keluhan fisik, kognitif, emosional, perilaku yang dinamakan sebagai post concussion syndrome atau postconcussive syndrome. Demikian dipaparkan pengasuh konsultasi kesehatan umum detikHealth, dr Dito Anurogo.

Keluhan yang paling sering dirasakan penderita gegar otak ringan antara lain pusing/sakit kepala, sensasi kepala berputar, problematika memori/daya ingat, problematika di dalam pertimbangan/pengambilan keputusan, mudah marah, mudah lelah/capek, penurunan daya konsentrasi, gangguan penglihatan, peka/sensitif terhadap bunyi/suara, cemas, dan depresi. Keluhan ini seringkali mereda dalam satu bulan, namun ada juga yang menetap berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun.

(vit/lil)

Berita Terkait