Sebuah studi kembali menemukan bahwa menjalani kehidupan yang membuat Anda jarang bergerak atau olahraga dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan, terutama kesehatan tulang.
Ahli penyakit kaki, dr Chaitanya Shah, menyatakan bahwa gaya hidup yang jarang bergerak dapat menyebabkan kerusakan pada tulang. "Fakta bahwa kita terbiasa hidup di rumah ber-AC, naik mobil ber-AC, dan lain-lain juga membuat kondisi ini semakin buruk karena membuat kita tidak pernah terkena sinar matahari dan berisiko kekurangan vitamin D," ungkap Shah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timothy M Ryan, profesor antropologi dan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi Pennsylvania State University membenarkan bahwa kurangnya aktivitas fisik menyebabkan tulang paha menjadi tipis dan ringan.
"Paradigma saat ini adalah jika Anda meningkatkan massa tulang maka Anda mempertahankan kekuatan tulang sepanjang hidup meski kita tahu saat menua massa tulang juga menurun," kata profesor riset Marcus Pandy, kepala biomedical and mechanical engineering University of Melbourne.
Tak hanya otot, prof Pandy juga menyarankan masyarakat untuk melakuan latihan yang bisa memperluas ukuran tulang sehingga kekuatan tulang masih bisa dipertahankan.
"Tulang menjadi kurang padat karena kehilangan massa. Tapi jika Anda bisa mempertahankan ukuran tulang, otomatis Anda bisa mempertahankan kekuatan Anda," tutur Prof Pandy seperti dikutip dari ABC Australia, Selasa (30/12/2014).
(ajg/up)











































