Ketakutan yang terus menumpuk sejalan dengan kabar negatif tentang penerbangan dikatakan oleh psikolog dari Duta Amanah Indonesia, R. Dewi Novita Kurniawati, SPsi, bisa saja berkembang menjadi fobia.
Fobia sendiri adalah ketakutan berlebih terhadap sesuatu tanpa dasar yang kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewi akan tetapi mengatakan biasanya fobia yang terjadi pada orang selain yang mengalami kejadian masih bersifat ringan. Biasanya perlahan depresi akan berkurang seiring memudarnya pemberitaan tentang kecelakaan pesawat.
"Depresi itu tidak menetap, hanya temporer. Banyak media yang masih menayangkan peristiwa dan itu menjadi stimuli untuk orang-orang terkait," ujar Dewi yang sebelumnya juga terlibat dalam trauma healing korban longsor Banjarnegara, Jawa Tengah.
Dewi berpesan agar jangan terlalu memandang hal negatif dari kabar-kabar yang ada. Musibah bisa terjadi setiap saat dan bagaimana orang mengambil hikmahnya adalah sesuatu yang penting.
"Bagaimanapun sesuatu peristiwa itu harus kita ambil sisi positifnya. Apa hikmahnya, jangan sampai jika ada suatu peristiwa itu kehidupan kita jadi berhenti," tutup Dewi.
(up/vit)











































