Disebutkan oleh dokter spesialis penyakit dalam dari RS Al Islam Bandung, dr Muhammad Iqbal, SpPD, bahwa sampai saat ini belum ada penelitian besar yang membenarkan konsep konsumsi jus jambu tersebut.
"Ada penelitian kecil, belum sampai pada penelitian besar. Mungkin faktor vitamin yang dikandung oleh jambu saja yang memberi pengaruh, meskipun saya kira tidak terlalu signifikan pengaruhnya," papar dr Iqbal kepada detikHealth, seperti ditulis pada Selasa (6/1/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun untuk pasien demam berdarah biasanya harus mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit untuk menghindari efek lain dari penurunan trombosit secara drastis, perdarahan atau shock, maka pasien Chikungunya menurut dr Iqbal tak harus dirawat di rumah sakit.
Bagaimana pemulihan Chikungunya? Yang terpenting bukanlah mengonsumsi jus jambu dalam porsi besar, tapi lebih kepada memperbanyak pola istirahat.
"Pasien Chikungunya itu butuh istirahat, jadi sebaiknya memang istirahat dulu yang utama. Dari dokter nanti akan diberikan obat nyeri dan biasanya nanti akan ada proses perbaikan dalam tubuh, paling tidak seminggu," lanjut dr Iqbal.
Hanya saja, nyeri sendi yang cukup mengganggu pasien kadang bisa bertahan lebih lama, bahkan bisa sampai mengganggu aktivitas sehari-hari pasien.
(ajg/up)











































