September: Aksesoris Loom Band Disebut Picu Kanker, Sempat Bikin Panik Ortu

Kaleidoskop 2014

September: Aksesoris Loom Band Disebut Picu Kanker, Sempat Bikin Panik Ortu

- detikHealth
Rabu, 07 Jan 2015 13:48 WIB
September: Aksesoris Loom Band Disebut Picu Kanker, Sempat Bikin Panik Ortu
(Foto: Reza/detikHealth)
Jakarta - Awal September 2014, jaringan toko mainan di Inggris menarik charms atau aksesoris pada gelang-gelang lucu yang biasa disebut loom band. Pihak toko menuding aksesoris ini mengandung bahan pemicu kanker.

Bahan pemicu kanker yang dimaksud adalah phthalates. Bahkan dari hasil pengujian The Birmingham Assay Office ditemukan bahwa aksesoris ini mengandung 40 persen phthalates, jauh di atas ambang kandungan yang diperbolehkan Uni Eropa yaitu 0,1 persen.

"Phthalates akan masuk ke dalam tubuh dan jelas gelang seperti itu adalah benda yang sangat berisiko, benda yang paling mungkin menjadi sumber kontaminasi karena sering Anda main-mainkan," kata Marion Wilson, salah seorang penguji, dikutip dari BBC.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Loom band sendiri bukanlah gelang biasa, melainkan gelang yang terbuat dari tenunan semacam karet gelang yang berwarna-warni. Sejak pertama kali diedarkan, aksesoris ini langsung digemari oleh anak-anak. Tak hanya di Inggris atau AS, anak Indonesia pun juga keranjingan, tak terkecuali remaja dan orang dewasa.

Kendati begitu Joel S dari Rainbow Loom Indonesia mengklaim gelang loom band aman karena hanya terbuat dari karet, bukan plastik yang mengandung phtalates. Sedangkan yang ditarik dari peredaran di Inggris adalah charm atau aksesoris dari gelang loom band itu sendiri.

Toh Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi juga mengatakan bahwa sudah ada prosedur yang menjamin keselamatan anak dari bahaya zat beracun yang ada pada mainan. Mainan yang boleh dijual adalah mainan yang sudah menampilkan logo Standar Nasional Indonesia (SNI) pada kemasannya.

Kalaupun masih ada yang tidak yakin, Tulus juga mengimbau kepada orang tua agar jangan asal pilih mainan. Pastikan bahwa mainan yang hendak dibeli sudah ada logo SNI-nya di bagian kemasan.

"Pokoknya harus ada logo SNI di kemasannya. Kalau masalah sertifikat kan yang pegang perusahaannya," ungkap tulus.

Setelah dipastikan keamanannya, psikolog dari Klinik Tumbuh Kembang Kancil, Ratih Zulhaqqi, M.Psi., mengatakan loom band memang dapat memberikan manfaat bagi anak-anak, terutama untuk melatih kreativitas dan ketekunan mereka.

"Cuma kan banyak dijual alat untuk merajutnya. Sehingga anak akhirnya banyak yang suka karena kan akhirnya gelangnya bikin sendiri. Mereka jadi lebih kreatif, karena harus nentuin sendiri bentuknya, mau gelangnya model apa, kombinasi warnanya yang bagus apa," ujarnya.

Selain membangun kreativitas, manfaat lain yang didapat anak dari merajut loom band adalah melatih kemampuan entrepreneur mereka. Dikatakan Ratih, beberapa anak membuat gelang dari loom band untuk akhirnya dijual kepada teman-teman mereka.

"Kalau menurut saya melatih entrepreneur itu baik ya. Kan bisa nanti temannya ada yang pesan, bikinin model ini dong, atau pakai warna ini dong, tapi mereka bayar," sambungnya.

(lil/vit)

Berita Terkait