Tak Hanya Lumpuh, Spinocerebellar Ataxia Juga Bisa Sebabkan Kematian

Tak Hanya Lumpuh, Spinocerebellar Ataxia Juga Bisa Sebabkan Kematian

- detikHealth
Kamis, 22 Jan 2015 16:05 WIB
Tak Hanya Lumpuh, Spinocerebellar Ataxia Juga Bisa Sebabkan Kematian
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Kelumpuhan yang dialami oleh ayah dan dua orang kakak bocah asal Sumedang, Ridwan Gunawan (11), memang tidak membahayakan nyawa untuk saat ini. Hanya saja dokter mengingatkan bahwa ada jenis dari penyakit tersebut yang dapat menyebabkan kematian.

dr Yuda Turana, SpS, pakar kesehatan saraf dari Universitas Atmajaya menduga bahwa besar kemungkinan ayah dan kakak Ridwan mengidap Spinocerebellar Ataxia. Penyakit terbagi menjadi beberapa jenis, selain menyebabkan kelumpuhan, ada juga yang dapat menyebabkan kematian.

"Memang berbeda-beda tergantung jenisnya. SCA3 ini bisa hidup sampai 10 tahun, SCA6 bahkan bisa lebih dari 25 tahun, ada juga yang hanya sampai satu tahun sudah meninggal," tutur dr Yuda ketika berbincang dengan detikHealth, Kamis (22/1/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan dr Yuda bahwa secara umum ataxia merupakan gangguan koordinasi motorik. Itu artinya, koordinasi gerakan motorik tubuh seperti pergerakan tangan, kaki hingga pergerakan bola mata bisa terganggu jika terserang penyakit ini.

Gangguan pun terasa mulai dari tingkat paling kecil seperti tak bisa memegang bolpoin hingga kehilangan kemampuan bicara dan bergerak, termasuk menggerakkan tangan, kaki dan bola mata. Pada sebagian kasus ada juga yang mengalami gangguan mental atau masalah kejiwaan.

"SCA13 bisa menyebabkan gangguan mental ya, berpengaruh ke kognitif. Jadi gampang lupa, berpengaruh terhadap ingatan," urainya lagi.

Ia juga menjelaskan soal perbedaan mendasar antara ataxia biasa dengan Spinocerebellar Ataxia. Ataxia biasa hanya mengganggu koordinasi motorik, sementara Spinocerebellar Ataxia selain mengacaukan koordinasi motorik juga dapat melemahkan dan mengecilkan otot tubuh.

"Kalau ataxia biasa hanya gangguan koordinasi ya, jadi koordinasi otak ke anggota tubuh terganggu. Kalau Spinocerebellar Ataxia ini bisa melemahkan dan mengecilkan otot juga makanya tiba-tiba ada yang susah jalan, susah menggerakkan tangan, mirip pasien stroke," tuturnya.

dr Yuda mengatakan bahwa penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Suplemen dan multivitamin yang diberikan pun tidak berpengaruh banyak. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah menghambat progresifitas penyakit dengan rutin berolahraga.

(mrs/vit)

Berita Terkait