Demensia saat ini masih belum banyak diketahui penyebabnya dan obatnya. Orang yang terkena demensia saraf koneksi di otaknya perlahan hancur yang akan menyebabkan sel otak mati. Jika sel sudah mati maka kemampuan kognitif seseorang akan berkurang, ingatan hilang, dan fungsi tubuh akan kacau.
Pada hewan-hewan yang berhibernasi tersebut, mereka bisa dengan sengaja menghancurkan 20 sampai 30 persen jaringan pemrosesan di otaknya agar bisa menghemat energi. Kemudian saat musim dingin telah lewat, hewan mampu membangun kembali koneksi antar otaknya seperti semula tanpa ada komplikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini memberi kita target untuk mengembangkan obat sama seperti bagaimana parasetamol digunakan untuk mengobati demam bukan dengan mandi dingin," kata salah satu peneliti, Giovanna Mallucci dari MRC Toxicology Unit di Leicester, Inggris, seperti dikutip dari BBC pada Jumat (23/1/2015).
Bahan kimia yang bernama RBM3 ditemukan peneliti melonjak pada tikus muda saat suhu tubuhnya didinginkan dan tikus-tikus tersebut bisa memperbaiki koneksi otaknya. Hal yang sama tapi tidak ditemukan pada tikus tua yang tubuhnya tidak lagi mampu memproduksi RBM3.
Studi telah dipublikasi di jurnal Nature dan kini penelitian terus dilakukan untuk mengembangkan potensi dari RBM3.
(rdn/rdn)











































