5 Tanda Hobi Main Game Telah Menjadi Gangguan Kejiwaan

5 Tanda Hobi Main Game Telah Menjadi Gangguan Kejiwaan

- detikHealth
Selasa, 27 Jan 2015 12:05 WIB
5 Tanda Hobi Main Game Telah Menjadi Gangguan Kejiwaan
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Di era modern ini sebagian besar masyarakat mengenal bentuk permainan virtual yang sering disebut video game. Di tambah kini dengan teknologi internet, game terus berkembang dan kini bahkan dikatakan ahli sudah seperti bagian dalam kehidupan.

Berkaitan dengan hal tersebut, baru-baru ini seorang pria diberitakan meninggal akibat terlalu lama bermain game. Hal ini dikatakan oleh psikolog merupakan dampak negatif dari berkembangnya dunia game tersebut.

Disebut sebagai Internet Gaming Disorder (IGD), penyakit mental ini adalah fenomena yang baru dan masih terus diteliti oleh ilmuwan. Dikutip dari berbagai sumber pada Selasa (27/1/2015), berikut adalah tanda-tanda hobi main game telah berubah menjadi tidak sehat:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Obsesi berlebih

Illustrasi: Thinkstock
Obsesi yang berlebih adalah tanda awal dari berkembangnya hobi bermain game menjadi sesuatu yang tidak sehat. Seseorang yang awalnya mungkin hanya bermain sebentar tapi kemudian durasi tersebut semakin bertambah lama adalah contoh awal obsesi.

Menurut buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke lima (DSM-5) bentuk dari IGD dibagi menjadi beberapa tingkat: ringan, sedang, dan parah. Tingkatan tersebut ditentukan dari berapa lama seseorang bermain game dan seberapa besar dampaknya pada fungsionalitas orang tersebut secara keseluruhan.

2. Muncul gejala seperti putus obat

Illustrasi: Thinkstock
Pada pemakai narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba), gejala putus obat atau sakaw muncul saat dirinya berhenti menggunakan zat. Tubuh yang sudah kecanduan akan terus 'meminta' suplai dengan memunculkan gejala seperti sakit kepala, berdebar, gemetar, gelisah, sulit tidur, dan lain sebagainya.

Hal yang sama dituliskan dalam DSM-5 juga bisa terjadi pada pengidap IGD ketika mereka dipaksa berhenti bermain game.

3. Menyadari dirinya tak bisa berhenti

Illustrasi: Thinkstock
Orang yang menyadari dirinya terlalu berlebihan bermain tapi tetap tidak bisa berhenti adalah salah satu ciri dari pengidap IGD. Psikolog dan direktur dari International Gaming Research Unit di Nottingham Trent University, Inggris, Mark Griffiths mengatakan karakteristik ini dimiliki oleh semua jenis adiksi.

Orang yang memiliki masalah adiksi kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

4. Tidak berminat dengan kegiatan dunia nyata

Illustrasi: Thinkstock
Hiburan bagi banyak orang bisa diperoleh dari berbagai hal seperti menonton, bertemu teman, olahraga, dan masih banyak lagi. Namun bagi pengidap IGD ia hanya bisa memperoleh kesenangan dengan bermain game.

"Dia hilang minat pada hobi dan bentuk hiburan lainnya akibat dan terkecuali dengan game internet," kata Griffiths dalam tulisannya di CNN.

5. Kehilangan kesempatan dalam hubungan sosial

Illustrasi: Thinkstock
Pekerjaan, hubungan sosial, dan kesempatan karir yang hilang atau rusak akibat bermain game juga indikator seseorang mengidap IGD. Bagi pengidap, game adalah sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan bahkan jika dibandingkan dengan kekasihnya sendiri sebagai contoh.

Griffiths mengatakan banyak orang yang terobsesi tidak ingin berhenti karena mereka tidak suka kehilangan informasi apa yang sedang terjadi di dalam dunia game tersebut.
Halaman 2 dari 6
Obsesi yang berlebih adalah tanda awal dari berkembangnya hobi bermain game menjadi sesuatu yang tidak sehat. Seseorang yang awalnya mungkin hanya bermain sebentar tapi kemudian durasi tersebut semakin bertambah lama adalah contoh awal obsesi.

Menurut buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke lima (DSM-5) bentuk dari IGD dibagi menjadi beberapa tingkat: ringan, sedang, dan parah. Tingkatan tersebut ditentukan dari berapa lama seseorang bermain game dan seberapa besar dampaknya pada fungsionalitas orang tersebut secara keseluruhan.

Pada pemakai narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba), gejala putus obat atau sakaw muncul saat dirinya berhenti menggunakan zat. Tubuh yang sudah kecanduan akan terus 'meminta' suplai dengan memunculkan gejala seperti sakit kepala, berdebar, gemetar, gelisah, sulit tidur, dan lain sebagainya.

Hal yang sama dituliskan dalam DSM-5 juga bisa terjadi pada pengidap IGD ketika mereka dipaksa berhenti bermain game.

Orang yang menyadari dirinya terlalu berlebihan bermain tapi tetap tidak bisa berhenti adalah salah satu ciri dari pengidap IGD. Psikolog dan direktur dari International Gaming Research Unit di Nottingham Trent University, Inggris, Mark Griffiths mengatakan karakteristik ini dimiliki oleh semua jenis adiksi.

Orang yang memiliki masalah adiksi kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Hiburan bagi banyak orang bisa diperoleh dari berbagai hal seperti menonton, bertemu teman, olahraga, dan masih banyak lagi. Namun bagi pengidap IGD ia hanya bisa memperoleh kesenangan dengan bermain game.

"Dia hilang minat pada hobi dan bentuk hiburan lainnya akibat dan terkecuali dengan game internet," kata Griffiths dalam tulisannya di CNN.

Pekerjaan, hubungan sosial, dan kesempatan karir yang hilang atau rusak akibat bermain game juga indikator seseorang mengidap IGD. Bagi pengidap, game adalah sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan bahkan jika dibandingkan dengan kekasihnya sendiri sebagai contoh.

Griffiths mengatakan banyak orang yang terobsesi tidak ingin berhenti karena mereka tidak suka kehilangan informasi apa yang sedang terjadi di dalam dunia game tersebut.

(vit/vit)

Berita Terkait