Rabu, 28 Jan 2015 11:30 WIB

Gemar Minum Soda, Remaja Perempuan Jadi Cepat Puber dan Rentan Kanker

- detikHealth
Massachusetts - Dampak negatif dari mengonsumsi minuman bersoda secara berlebihan tak hanya obesitas, diabetes maupun gagal ginjal. Sebab sebuah penelitian terbaru mengungkap anak dan remaja perempuan yang gemar minum soda juga bisa terkena kanker di kemudian hari.

Peneliti dari Harvard Medical School, dalam studi terbarunya mengungkap, konsumsi 1,5 kaleng soda maupun minuman yang mengandung soda dalam sehari dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada anak maupun remaja perempuan.

Mengapa bisa begitu? Awalnya peneliti melakukan pengamatan terhadap 5.583 anak dan remaja perempuan berumur 9-14 tahun. Di situ mereka menemukan fakta yang mengejutkan.
 
"Ternyata anak dan remaja perempuan yang minum 1,5 kaleng soda sehari mengalami haid pertamanya tiga bulan lebih awal daripada yang minum hanya dua kaleng atau kurang dalam seminggu," ungkap peneliti, Prof Karin Michels.

Baca juga: Dokter Ginjal: Bukan Soda yang Merusak Ginjal, Tapi Pemanisnya

Padahal berdasarkan hasil penelitian-penelitian sebelumnya, remaja yang memulai haid pertamanya di usia sebelum 12 tahun berisiko 30 persen lebih besar untuk mengidap kanker payudara.

Prof Michels menduga minuman tersebut meningkatkan konsentrasi insulin dalam tubuh si remaja, yang pada akhirnya memicu peningkatan hormon seks juga. Dan hormon-hormon inilah yang dijadikan alasan mengapa si remaja mengalami menstruasi pertamanya di usia dini.

"Di samping itu, pada remaja yang matang lebih dini semacam ini, risiko mereka untuk terserang kanker payudara cenderung naik sebesar lima persen tiap kali usia mereka bertambah," lanjutnya.

Baca juga: Minuman Bersoda Dikaitkan dengan Gagal Ginjal, ASRIM Nyatakan Prihatin

Setidaknya, Prof Michels mengatakan konsumsi soda atau minuman berpemanis buatan merupakan salah satu faktor risiko kanker yang dapat dimodifikasi. "Temuan ini semakin menguatkan bahwa anak-anak sebaiknya beralih ke air putih saja," imbuhnya seperti dikutip dari Mirror, Rabu (28/1/2015).

Tak hanya soal menstruasi dini, studi sebelumnya yang dilakukan Institute of Cancer Research juga memaparkan anggota tubuh yang berkembang lebih cepat dari normal dapat dikaitkan dengan risiko kanker di kemudian hari.

Baca juga: Riset Kemenkes: Minum Soda Tiap Hari Tingkatkan Risiko Gagal Ginjal

Dalam hal ini peneliti dari institut tersebut menemukan anak umur 10 tahun ke bawah yang memiliki payudara lebih besar dari teman-temannya berisiko terkena kanker 20 persen lebih banyak ketimbang yang pertumbuhan payudaranya biasa-biasa saja.

(lil/up)