Buah sortiran adalah buah dengan mutu rendah, misalnya karena sudah tidak segar atau kulitnya sedikit rusak. Buah seperti ini biasanya dijual dengan harga murah. Namun hati-hati, buah sortiran lebih rentan terkontaminasi mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.
"Kita pernah teliti buah sortiran dengan yang bukan sortiran. Buah sortiran yang banyak mengalami kerusakan mudah terkontaminasi mikroorganisme," ujar Anna Rakhmawati, S.Si.,M.Si, staf pengajar dari FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (30/1/2015).
Baca juga: Mengenal Listeria, Bakteri Mematikan yang Cemari Apel Asal Amerika
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangankan yang kulitnya rusak, buah yang kita tarus di kulkas yang tidak pernah dibersihakn saja bisa jamuran," ucap Anna.
Kontaminasi mikroorganisme sebenarnya bisa terjadi kapan saja. Mulai dari sejak ditanam, pasca panen, saat distribusi, atau saat dikonsumsi. Sebab mikroorganisme sebenarnya memang ada di alam. Itu makanya perlu mencuci bahan makanan di bawah air mengalir berkualitas baik sebelum mengonsumsinya.
"Kita juga sudah pernah mengisolasi buah yang sudah dicuci dan yang belum. Tangan lebih bersih (dari mikroorganisme) saat memegang buah yang sudah dicuci. Mencuci dengan air mengalir itu memang untuk mengurangi bakterinya, tapi tidak 100 persen hilang," papar Anna.
Dijelaskan dia, jika buah atau sayur terkena jamur memang lebih terlihat. Hal ini dikarenakan jamur memiliki struktur sel seperti benang. Bahkan jika jamur sudah melakukan penetrasi sampai ke dalam buah, bisa menjadi individu baru. Sedangkan buah yang terkontaminasi bakteri biasanya akan menjadi lembek basah.
"Karena bakteri suka pada kadar air. Kalau jamur kadar air sedikit saja bisa tumbuh," lanjut Anna.
Baca juga: Jangan Cuma Diusap, Meski Buah Terlihat Bersih Mengkilat Tetap Harus Dicuci (vit/vit)











































