Dokter: Korban Pemasungan di Ciamis Rentan Sakit Jantung dan Paru-paru

Gangguan Jiwa

Dokter: Korban Pemasungan di Ciamis Rentan Sakit Jantung dan Paru-paru

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 02 Feb 2015 13:35 WIB
Dokter: Korban Pemasungan di Ciamis Rentan Sakit Jantung dan Paru-paru
Mamad ketika dikunjungi oleh dokter jiwa (Foto: Reza/detikHealth)
Ciamis -

Belasan hingga puluhan warga desa Budiasih, Ciamis, Jawa Barat dipastikan mengidap gangguan jiwa. Ada yang hanya didiamkan karena tak mengganggu orang lain, ada juga yang harus dipasung dan dikurung di luar rumah karena meresahkan warga.

Mamad (35) merupakan pengidap skrizofrenia sekaligus warga desa Budiasih. Keluarga menuturkan bahwa sudah semenjak satu setengah tahun yang lalau kaki dan tangan Mamad dipasung. Hal ini dilakukan karena Mamad kerap mengamuk dan menghancurkan barang-barang.

"Bukan hanya barang sendiri, kadang juga ke tetangga. Pernah juga memecahkan kaca jendela musholla. Kalau di rumah mah sudah habis meja, sofa, lemari dihancurin sama dia," tutur Mimin, adik Mamad, ketika ditemui detikHealth di kediamannya di desa Budiasih, Ciamis, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perlakuan yang sama juga terlihat pada pasien gangguan jiwa lainnya di desa Budiasih. Ade Hidayat dan Tiarsoh sama-sama menempati gubuk kecil mirip kandang ayam di luar rumah mereka. Tak ada toilet, mereka harus buang air di lubang atau ember.

Baca juga: 14 Tahun Mengidap Gangguan Jiwa, Mamad Hanya Pernah Berobat ke Dukun

Total ada 9 pasien gangguan jiwa di desa budiasih yang dipasung. Menurut dr Noki Irawan, SpKJ dari RS Jiwa Cisarua, memasung pasien gangguan jiwa hanya akan memperparah kondisi mereka. Sebabnya, ada risiko penyakit lain akan mampir dan menyerang fisik para pasien.

"Dipasung itu kalau secara kedokteran ya bukan hanya dirantai atau dibalok tangan dan kakinya. Dipasung ya dikurung dalam kamar nggak boleh keluar atau di tempatkan di gubuk luar rumah, itu juga termasuk dipasung. Tidak manusiawi lah," ungkap dr Noki, seperti ditulis Senin (2/2/2015).

dr Noki mengatakan bahwa ada kemungkinan kondisi fisik Mamad serta pasien gangguan jiwa lainnya yang dipasung dalam keadaan tidak sehat. Terlalu lama dipasung dapat menyebabkan otot kaki dan tangan menurun karena lama tidak digunakan. Akibatnya, pasien jadi kesulitan berjalan atau menggunakan organ tubuh lainnya.

Baca juga: Tak Cuma Mamad, 29 Warga Desa Budiasih Lainnya Juga Mengidap Gangguan Jiwa

Penyakit lain yang harus diwaspadai adalah penyakit dalam seperti jantung dan paru-paru. Tinggal di dalam gubuk yang sempit, kotor dan dingin tentunya meningkatkan risiko paru-paru basah atau yang biasa dikenal sebagai pneumonia.

Oleh karena itu, dr Noki mengatakan bahwa hal pertama yang akan dilakukan setelah Mamad dan pengidap gangguan jiwa lainnya datang ke rumah sakit jiwa adalah melakukan assesment atau pemeriksaan kondisi kesehatan pasien, termasuk kondisi kesehatan fisik dan jiwa.

"Kita assesment dulu, dia penyakitnya apa, apakah ada penyakit lainnya juga yang jadi penyakit penyerta. Kalau penyakitnya sudah tahu nanti baru kita susun, pengobatannya seperti apa, terapi apa yang dilakukan," ungkapnya.

(mrs/up)

Berita Terkait