Kamis, 05 Feb 2015 12:15 WIB

Menkes: Jam 10 Pagi dan Sore Hari Paling Rawan Gigitan Nyamuk DBD

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Topik Hangat Siklus DBD 5 Tahunan
Jakarta -

Curah hujan yang tinggi di awal tahun memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa wilayah. Menteri Kesehatan mengingatkan untuk waspada di jam-jam rawan gigitan nyamuk.

"Nyamuk DBD umumnya menggigit jam 10 pagi dan sore hari," kata Menkes Nila F Moeloek di sela-sela blusukan di Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Kamis (5/2/2015).

Baca juga:  Sama-sama Bergejala Demam Tinggi, DBD Kerap Disangka Typus

Menkes Nila mengatakan risiko penularan di lingkungan sekolah pada jam-jam tersebut perlu juga diwaspadai. Terlebih setelah menggigit, nyamuk Aedes aigypti yang merupakan vektor DBD masih bisa membawa dan menularkan virus pada gigitan berikutnya.

Sementara itu, Camat Serpong Utara Andi D Patabay mengaku belum menerima laporan kasus DBD di lingkungannya. Bahkan menurutnya, kasusnya cenderung turun dalam beberapa tahun belakangan.

Baca juga: Sama-sama Bergejala Demam Tinggi, DBD Kerap Disangka Typus

"Tahun 2014 hanya 26 kasus, padahal 2013 mencapai 60-an kasus," kata Andi.

Beberapa wilayah khususnya di Jawa Timur telah melaporkan status KLB terkait DBD di awal tahun ini. Status KLB juga dilaporkan juga muncul beberapa wilayah di Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Utara.

(up/vit)
Topik Hangat Siklus DBD 5 Tahunan