Saran Linda Gumelar Bagi Pasien Kanker: Percaya Pada Diri Sendiri

Saran Linda Gumelar Bagi Pasien Kanker: Percaya Pada Diri Sendiri

- detikHealth
Minggu, 08 Feb 2015 08:04 WIB
Saran Linda Gumelar Bagi Pasien Kanker: Percaya Pada Diri Sendiri
Jakarta - Ada beberapa perasaan umum yang dirasakan oleh para pasien kanker ketika pertama kali didiagnosis kanker. Bingung, galau dan takut merupakan beberapa perasaan yang paling umum terjadi, apalagi jika kanker diketahui sudah mengidap stadium lanjut.

Sebagai salah satu survivor‎ kanker payudara, salah satu penggagas Yayasan Kanker Payudara Jakarta Linda Gumelar tentunya sempat mengalami kegalaun ketika pertama kali didiagnosis mengidap kanker. Kala itu, Linda yang sedang aktif sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat menerima banyak saran dan komentar soal terapi, pengobatan hingga penyebab ia terserang kanker.

‎"Dulu tahun 1996 pembicaraan soal kanker itu masih tabu ya. Banyak yang komentar mungkin ada yang nggak suka sama saya, santet atau penyebab lainnya di luar medis. Tapi nggak ngomong ke saya, ngomongnya di belakang, bisik-bisik," tutur Linda dalam Seminar soal Kanker di Graha Bimasena, Jl Dharmawangsa Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, seperti ditulis Minggu (8/2/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Jupe Sebut Kanker Seperti Arisan, Siapa Saja Bisa Kena

‎Tabunya pembicaraan seputar kanker membuat informasi menjadi simpang siur. Linda mengakui bahwa banyak informasi yang menurutnya tidak masuk akal dan jauh dari kata medis. Akibatnya, ia pun sempat bingung dan galau karena tidak tahu harus berbuat apa.

Titik terang muncul setelah ia berbincang dengan Rima Melati. Aktris senior papan atas Indonesia tersebut juga merupakan pengidap kanker dan sering berbicara soal pentingnya deteksi dan pengobatan medis bagi pasien kanker.

"Ketemu Mba Rima Melati, saya dapat pencerahan. Beliau mengajak saya untuk berobat ke dokter, melalui jalur medis karena kanker itu bisa disembuhkan dan bukan penyakit santet atau sebagainya," ungkap Linda lagi.

Berobat medis untuk kanker tentunya harus melalui kemoterapi. Menurut Linda, inilah momen-momen paling krusial dalam menjalani pengobatan kanker. Sebabnya, kemoterapi memang memiliki efek samping seperti mual, muntah dan menyebabkan kebotakan.

Di saat seperti inilah keraguan muncul. Dikatakan Linda ada beberapa kerabat dan saudara yang menyarankan untuk melakukan pengobatan alternatif. Kala itu, keluargalah yang akhirnya memantapkan Linda untuk menjalani kemoterapi dengan segala efek sampingnya.

"Saya sedang diskusi dengan suami saya, Agum Gumelar. Waktu itu lagi down-downnya kami bicara, tahu-tahu anak saya, Ami, masuk ke kamar. Dikejar ayahnya dan saat itu ternyata Ami sudah pakai mukenah untuk sholat, saya terharu dan akhirnya yakin bahwa seluruh keluarga saya menginginkan saya sembuh," tutur Linda, yang nampak menahan air mata ketika mengingat momen tersebut.

Ternyata segala upaya dan usaha yang dilakukan Linda keluarganya berbuah hasil baik. Dalam 5 tahun, dokter mengatakan Linda sudah terbebas dari penyakit kanker. Berbekal pengalamannya itu, ia bersama beberapa survivor kanker payudara lainnya pun membentuk Yayasan Kanker Payudara Jakarta.

"Pokoknya percaya sama diri sendiri saja. Orang lain boleh menunjukkan empati, memberikan saran. Hanya saja yang menentukan upayanya kan kita, yang mau sehat kan kita. Makanya kita harus percaya diri," pungkasnya.

Baca juga: Menkes: Kanker Serviks adalah Kanker yang Paling Mudah Dicegah

(mrs/up)

Berita Terkait