Senin, 09 Feb 2015 16:45 WIB

6 Bulan Usai Operasi karena Kehamilan Ektopik, Ibu Ini Lahirkan Bayi Cantik

- detikHealth
Jakarta -

Callie Martin menjalani operasi pengambilan embrio sebagai akibat dari kehamilan ektopik yang dialaminya. Namun enam bulan setelah operasi tersebut, Callie melahirkan bayi cantik nan sehat. Padahal mulanya bayi tersebut tidak disadari keberadaannya saat masih berada di dalam rahim.

Kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang dibuahi, berkembang di tempat selain di rongga rahim. Embrio yang berada bukan di rahim tidak akan bisa bertahan sehingga harus diberikan perawatan segera.

Callie, perempuan berusia 26 tahun ini, sempat merasa tidak mungkin bisa menjadi seorang ibu setelah operasi akibat kehamilan ektopiknya. Apalgi dia telah beberapa kali mengalami keguguran. Nah, suatu hari, empat pekan setelah dia menjalani operasi pengangkatan embrio akibat kehamilan ektopik. Callie merasa sakit demikian hebat di perutnya. Dia pun dilarika ke RS. Saat perutnya discan, terlihat sesuatu yang sangat mengejutkan.

"Hasil scan sangat mengejutkan. Saya ternyata sedang mengandung janin dalam rahim. Saya melihat detak jantungnya, saya sungguh tidak mempercayai itu," kata Callie seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (9/2/2015).

Baca juga: Kasus Langka, Perempuan Ini Hamil di Perut Bukan di Rahim

Rupanya tanpa diketahui oleh dokter dan tim medis lainnya, Callie mengandung dua embrio sekaligus pada waktu bersamaan. Embrio kembarnya tumbuh bersamaan pada dua kondisi kehamilan: yang satu tumbuh secara normal dan yang satunya ektopik. Namun dokter awalnya hanya mengetahui kehamilan ektopik tersebut. Kondisi Callie yang mengalami dua kehamilan sekaligus biasanya di sebut sebagai kehamilan heteropic.

Callie dan pasangannya, Kailan Broughton, sangat terharu ketika dokter menemukan embrio kecil yang berkembang secara normal dalam rahimnya.
"Kondisi saya sangat langka. Dokter mengatakan jarang mendengar kondisi seperti ini, tidak ada yang pernah mengalami dua kehamilan sekaligus seperti yang saya alami," tambah Callie.

Menurut dokter yang menangani kasus ini, operasi darurat yang pernah dilakukan pada Callie, biasanya akan membunuh embrio hidup lainnya dan memicu keguguran. Namun bertentangan dengan opini dokter, janinnya mampu bertahan dalam rahim meski pernah mengalami trauma operasi invasif.

Setelah Callie merasakan operasi karena kehamilan ektopiknya, enam bulan kemudian ia melahirkan bayi cantik melalui operasi caesar. Bayi yang diberi nama Emmie itu lahir pada bulan Agustus tahun lalu, yang berarti lahir enam pekan lebih awal dari yang diperkirakan. "Ini benar-benar sebuah keajaiban Emmie masih bisa bertahan hidup hingga sekarang," ungkap Callie terharu.

Kasus bayi Emmie yang mampu bertahan di dalam rahim ini hanya terjadi 1 dari 50.000 kasus. Luar biasa!

Baca juga: Pentingnya USG Saat Hamil, Tak Hanya untuk Tahu Jenis Kelamin Bayi

(vit/vit)