Buku Belajar Pacaran Bukan Buku Ilmiah, Tak Bisa Jadi Acuan Pendidikan

Buku Belajar Pacaran Bukan Buku Ilmiah, Tak Bisa Jadi Acuan Pendidikan

- detikHealth
Selasa, 10 Feb 2015 19:01 WIB
Buku Belajar Pacaran Bukan Buku Ilmiah, Tak Bisa Jadi Acuan Pendidikan
Jakarta - Kontroversi soal buku 'Saatnya Aku Belajar Pacaran' karangan psikolog Toge Aprilianto masih belum berakhir. Komisi Perlindungan Anak Indonesia membantah klaim yang mengatakan buku tersebut merupakan buku ilmiah dan dapat dijadikan acuan dalam pendidikan tumbuh kembang anak.

Wakil Ketua KPAI, Maria Advianti, menolak klaim tersebut. Meski berisikan kasus-kasus soal seksualitas remaja yang terjadi saat ini, Toge sebagai psikolog tak menulis soal bagaimana cara menangkal perilaku seks bebas, namun malah membolehkannya.

Baca juga: Komite III DPD RI Komentari Soal Kontroversi 'Saatnya Aku Belajar Pacaran'

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meski penulisnya seorang psikolog, kami menilai ini bukan buku ilmiah ya, sehingga tak bisa dijadikan acuan pendidikan psikologi anak. Penulis tidak mengajarkan bagaimana cara meng-counter tapi malah memberikan hasutan dan informasi menyesatkan," tutur Maria, dalam temu media di KPAI, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2015).

Ia tak memungkiri bahwa tulisan Toge didapat dari pengalamannya sebagai psikolog. Hanya saja akan lebih baik jika Toge menuliskan soal apa yang dapat dilakukan remaja untuk menghindari ajakan berhubungan intim dari pacar, alih-alih menuliskan hal tersebut sebagai fenomena lumrah dikalangan remaja.

Baca juga: Ingat Ya, Pacaran Tidak Sama dengan Cinta dan Aktivitas Seksual

Meski begitu, KPAI sudah melakukan langkah-langkah pencegahan dengan cara meminta buku ini ditarik dari peredaran. Maria menjamin bahwa buku kontroversial tersebut kini tak lagi bisa ditemukan di toko-toko buku.

"Kamu sudah mengambil langkah-langkah pencegahan, antara lain dengan meminta toko buku menghentikan penjualan dan meminta penerbit untuk menghentikan percetakan buku tersebut," tandas Maria.

KPAI sendiri sudah melayangkan panggilan tertulis kepada penulis Toge Aprilianto dan penerbit Brilian Internasional untuk dimintai keterangan. Rencananya, pertemuan kedua belah pihak diadakan dalam waktu satu atau dua minggu mendatang.

(mrs/vit)

Berita Terkait