Prosedur 'Patahkan Kaki' untuk Tambah Tinggi Badan, Amankah?

Prosedur 'Patahkan Kaki' untuk Tambah Tinggi Badan, Amankah?

- detikHealth
Jumat, 13 Feb 2015 11:55 WIB
Prosedur Patahkan Kaki untuk Tambah Tinggi Badan, Amankah?
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Demi menambah tinggi badan, wanita bernama Alexandra Transer rela menjalani metode Ilizarov apparatus. Metode ini mensyaratkan pematahan kaki untuk kemudian dipasang alat khusus yang pada akhirnya akan menambah tinggi badan seseorang. Seberapa aman metode ini?

"Terdapat risiko komplikasi pasca operatif, antara lain infeksi, kekakuan sendi, bahkan deviasi tulang menjadi membengkok. Faktor pasiennya sendiri juga memegang peranan penting. Penyakit metabolik, gangguan nutrisi ke tulang, diabetes, dan kebiasaan merokok akan menambah risiko kemungkinan kegagalan operasi. Kerjasama pasien dan kesabaran juga sangat dibutuhkan mengingat prosedurnya yang membutuhkan waktu lama," tutur Andri Primadhi, SpOT, staf Divisi Foot and Ankle Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FK Universitas Padjadjaran RS Hasan Sadikin Bandung, dan ditulis pada Jumat (13/2/2015).

Baca juga: Agar Tambah Tinggi, Wanita Ini Jalani Prosedur 'Patahkan Kaki'
https://health.detik.com/read/2015/02/12/112710/2830880/763/agar-tambah-tinggi-wanita-ini-jalani-prosedur-patahkan-kaki

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengingat adanya risiko komplikasi pasca operasi, maka prosedur ini hanya dilakukan oleh ahli bedah orthopaedi yang kompeten dan berpengalaman. Diperlukan pemahaman yang baik dalam hal aspek kelainannya dan rencana pemanjangannya.

Dijelaskan dr Andri, metode pemanjangan tulang biasanya dilakukan untuk memperbaiki bentuk tubuh yang mengalami disproporsi, yang dapat diakibatkan oleh kelainan bawaan, atau juga kelainan yang didapat misalnya akibat patah tulang, infeksi, maupun penyakit tertentu. Pada hakikatnya, prosedur ini dilakukan untuk penderita disproporsi tubuh yang abnormal, namun ada pula ahli bedah orthopaedi yang bisa mengerjakan pada pasien-pasien normal yang ingin menambah tinggi badannya.

"Intinya, prosedur ini dimulai dengan pemotongan tulang menggunakan instrument bedah, supaya menciptakan keadaan yang menyerupai patah tulang (fraktur). Kemudian ketika tulang tersebut masih dalam proses penyembuhan, dilakukan pemanjangan bertahap dengan alat khusus, sehingga diharapkan ketika tulang tersebut sembuh dan mengeras, akan mencapai panjang yang diinginkan," papar dr Andri.

Baca juga: Cara Menambah Tinggi Badan di Usia 19-an Tahun
https://health.detik.com/read/2014/03/24/121459/2534577/1307/cara-menambah-tinggi-badan-di-usia-19-an-tahun

Ilizarov Apparatus, alat berupa bingkai berbentuk tabung yang meliputi beberapa pin yang disambungkan ke tulang digunakan dalam prosedur ini. Posisi pin yang terhubung ke tulang dapat digeser untuk memanjangkan tulang tersebut selama masa penyembuhan. Aplikasinya sangat sederhana, sehingga pasien dapat menggeser pin tersebut sendiri di rumah. Caranya adalah dengan memutar komponen yang berbentuk mur dengan alat yang sederhana pula.

"Diperlukan waktu yang relatif lama tergantung panjang tulang yang diinginkan, karena pemanjangan hanya diperbolehkan sekitar 0,5 mm per hari," jelas dr Andri.

Apakah ada metode lain untuk pemanjangan tulang? "Metode lain yang diperkenalkan adalah pemasangan implan, yang prinsipnya sama, hanya saja alat pemanjangnya ditanam di dalam tulang dan lebih sulit pemasangannya, namun secara estetik lebih baik dibandingkan dengan bingkai Ilizarov," kata dr Andri.

(vit/vit)

Berita Terkait