Latihan Pilates, Cairan Otak Wanita Ini Malah Bocor

Latihan Pilates, Cairan Otak Wanita Ini Malah Bocor

- detikHealth
Senin, 16 Feb 2015 16:12 WIB
Latihan Pilates, Cairan Otak Wanita Ini Malah Bocor
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
London -

Suatu hal aneh terjadi saat wanita ini ketika mengikuti sebuah kelas pilates. Setelah melakukan sebuah manuver, ia merasakan ada suara letusan aneh di sisi kiri lehernya. Tapi setelah dicek, lehernya tak luka ataupun terkilir.

Baca juga: Olahraga untuk Perut Buncit yang Bisa Dilakukan di Kamar

Dalam Journal of Medical Case Reports dilaporkan, sejam setelah mengikuti latihan pilates, wanita asal Inggris ini mengeluh sakit kepala yang berkepanjangan. Beruntung sakit kepala ini bisa mereda jika ia membaringkan tubuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, kondisi ini tak memperlihatkan tanda-tanda akan membaik. Ia pun memutuskan ke dokter dan didiagnosis menderita cedera pada otot lehernya. Lantas dokter memberinya pereda nyeri dan obat relaksan otot, namun sakit kepalanya tetap saja tak sembuh.

Karena tak kunjung mendapat jawaban meski telah bolak-balik ke dokter selama empat minggu, wanita berusia 42 tahun ini kemudian mendatangi King's College Hospital, London. Setelah menjalani CT scan dan MRI scan, barulah ketahuan ada sobekan di lapisan sumsum tulang belakang yang ada di lehernya, sehingga cairan cerebrospinal-nya bocor keluar.

Dijelaskan oleh Dr Amber Luong, dokter spesialis THT dari University of Texas Health Sciences Center, Houston, cairan cerebrospinal merupakan sebuah cairan bening yang berada di antara otak dengan lapisan penutup luarnya, serta sumsum tulang belakang dengan lapisan penurup luarnya, yang biasa disebut dengan dura.

Akan tetapi baginya, kondisi ini tergolong tidak lazim. "Biasanya kebocoran cairan otak semacam ini disebabkan oleh trauma, seperti karena kecelakaan mobil," ungkap Dr Luong.

Itupun cairan otaknya keluar dari salah satu lubang hidung. Namun pada pasien ini cairan otaknya tak sampai keluar. Peneliti berasumsi mungkin ini karena cederanya terjadi pada sumsum tulang belakangnya, bukan pada otak.

Faktor penyebab lainnya adalah adanya tumor dan operasi hidung yang gagal. "Kebocoran yang terjadi secara spontan tanpa diketahui penyebabnya bisa juga dipicu oleh peningkatan tekanan di dalam tengkorak, yang pada akhirnya mengikis tulang dari waktu ke waktu," lanjut Luong.
 
Namun ini tidak sesuai dengan kondisi pasien, sebab sakit kepalanya diketahui muncul secara tiba-tiba dan memburuk saat ia duduk atau berdiri. Itu artinya penyebab sakit kepala yang dialaminya bukanlah peningkatan tekanan, melainkan justru rendahnya tekanan di dalam cairan sumsum tulang belakang.

"Dan sakit kepala yang diakibatkan cedera semacam ini hanya berlangsung satu kali tiap 50.000 orang tiap tahunnya," tutup peneliti seperti dikutip dari Livescience, Senin (16/2/2015).

Sayangnya tim dokter yang menanganinya tak dapat menemukan lokasi pasti di mana sumber terjadinya kebocoran pada pasien. Untungnya dalam hitungan dua minggu, kondisi wanita ini berangsur membaik setelah diminta untuk istirahat total dan mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen.

Baca juga: Kebanyakan Pushup Dua Tangan, Pria Ini Mendadak Rabun Sebelah

(lil/vit)

Berita Terkait