Kalajengking jenis Centruroides sculpturatus merupakan hewan yang sering ditemukan di daerah itu. Dr Farshad Shirazi dari Fakultas Kedokteran University of Arizona mengatakan gejala sengatan memiliki kemiripan dengan efek meth dan sulit dibedakan.
Baca juga: Ya Ampun! Pria Ini Kecanduan Makan Kalajengking Hidup Tiap Hari
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laporan ini dibuat secara spesifik untuk menggarisbawahi kebingungan klinis yang terjadi saat membedakan dua kondisi tersebut dan menyadari pilihan sumber daya terbatas yang bisa digunakan dalam proses," tulis Shirazi dalam laporannya di jurnal Case Reports in Emergency Medicine dan dikutip pada Jumat (20/2/2015).
Saat pertama kali tiba di gawat darurat rumah sakit pasien dilaporkan mengalami kejang-kejang di seluruh tubuh, keringat mengucur deras, dan terus menerus mengeluarkan air liur. Sang ibu mengaku bahwa di rumahnya memang beberapa kali terlihat ada kalajengking.
Dokter memberikan penawar racun namun pasien masih menunjukkan gejala tremor. Sang ibu kemudian bercerita bahwa anaknya dititipkan kepada kerabat yang diketahui pecandu meth. Hasil tes darah mengkonfirmasi bahwa ada kandungan narkotika di dalam tubuh pasien.
Setelah menerima perawatan untuk keracunan meth sang balita baru menunjukkan kemajuan dan diizinkan pulang seminggu kemudian. Tidak diketahui bagaimana ia bisa mengonsumsi meth.
Baca juga: Racun Kalajengking Cegah Gagal Jantung
(fds/vit)











































