Dirjen P2PL: Satu Kasus Difteri Saja Bisa Jadi KLB

Dirjen P2PL: Satu Kasus Difteri Saja Bisa Jadi KLB

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 20 Feb 2015 18:01 WIB
Dirjen P2PL: Satu Kasus Difteri Saja Bisa Jadi KLB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Padang - Kota Padang dinyatakan mengalami kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), dr M. Subuh mengatakan bahwa meski berstatus KLB, bukan berarti kasus difteri di kota ini mencapai ratusan atau ribuan orang.

Dikatakan dr Subuh bahwa satu kasus difteri saja bisa mengubah status penyakit menjadi KLB. Dengan catatan, tahun sebelumnya belum pernah terjadi kasus penyakit ini.

"Satu kasus saja bisa dinyatakan sebagai KLB kalau tahun-tahun sebelumnya belum pernah ditemukan penyakit itu. Tahun sebelumnya tidak ada difteri di Kota Padang, sementara tahun ini suspeknya sudah 21 orang, tentu saja KLB," tutur dr Subuh, ditemui di sela-sela kunjungan ke Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (20/2/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dituturkan dr Subuh bahwa setelah suatu daerah ditetapkan sebagai KLB penyakit tertentu, ada standard operational procedure (SOP) yang berlaku. SOP mengharuskan pemerintah pusat dan daerah melakukan penyelidikan epidemiologis.

Hal pertama yang diselidiki adalah mengapa daerah tersebut terserang penyakit. Kota Padang contohnya, harus dilihat dulu apakah status imunisasinya lengkap atau tidak. Setelah itu, diperhatikan juga status rantai dingin vaksin tersebut, terputus atau tidak.

"Lalu dilihat soal mutu dan pelayanan imunisasinya. Apakah vaksinnya bagus, atau mungkin tata laksana imunisasinya yang tidak baik. Semua harus diinvestigasi untuk melihat penyebab terjadinya KLB ini," ungkapnya lagi.

Di saat bersamaan, pencegahan penularan baru tetap harus dilakukan. Caranya dengan melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi respons terhadap kejadian luar biasa.

"ORI dilakukan ketika statusnya sudah KLB. Imunisasi ini bersifat tambahan atau booster, untuk mencegah penularan baru ke anak-anak lainnya," pungkas dr Subuh.

(mrs/vit)
Difteri Mewabah Lagi
44 Konten
Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Minimnya cakupan imunisasi dituding sebagai pemicunya.

Berita Terkait