Dikatakan dr Subuh bahwa satu kasus difteri saja bisa mengubah status penyakit menjadi KLB. Dengan catatan, tahun sebelumnya belum pernah terjadi kasus penyakit ini.
"Satu kasus saja bisa dinyatakan sebagai KLB kalau tahun-tahun sebelumnya belum pernah ditemukan penyakit itu. Tahun sebelumnya tidak ada difteri di Kota Padang, sementara tahun ini suspeknya sudah 21 orang, tentu saja KLB," tutur dr Subuh, ditemui di sela-sela kunjungan ke Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (20/2/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal pertama yang diselidiki adalah mengapa daerah tersebut terserang penyakit. Kota Padang contohnya, harus dilihat dulu apakah status imunisasinya lengkap atau tidak. Setelah itu, diperhatikan juga status rantai dingin vaksin tersebut, terputus atau tidak.
"Lalu dilihat soal mutu dan pelayanan imunisasinya. Apakah vaksinnya bagus, atau mungkin tata laksana imunisasinya yang tidak baik. Semua harus diinvestigasi untuk melihat penyebab terjadinya KLB ini," ungkapnya lagi.
Di saat bersamaan, pencegahan penularan baru tetap harus dilakukan. Caranya dengan melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi respons terhadap kejadian luar biasa.
"ORI dilakukan ketika statusnya sudah KLB. Imunisasi ini bersifat tambahan atau booster, untuk mencegah penularan baru ke anak-anak lainnya," pungkas dr Subuh.
(mrs/vit)











































